SUMATERA UTARA — Kasus terduga campak di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, meningkat dan memicu respons cepat Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru. Lewat Outbreak Response Immunization (ORI) dan pendampingan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), ibu perlu tahu apa yang dilakukan petugas dan bagaimana peran orang tua dalam melindungi anak.
Salah satu lokasi kegiatan berada di SDN 1 Cempaka. Selain lingkungan sekolah, ORI juga diperluas ke sejumlah posyandu di wilayah Kelurahan Cempaka.
ORI adalah imunisasi respons cepat yang dilakukan saat muncul peningkatan kasus terduga campak di suatu wilayah. Tujuannya memutus rantai penularan sebelum menyebar lebih luas.
Di Cempaka, tim Dinkes tidak hanya memantau. Petugas turut membantu proses teknis penyuntikan imunisasi secara langsung.
Pendampingan ini meringankan puskesmas yang harus membagi tenaga medis ke beberapa lokasi pelayanan sekaligus.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Ani Rusmila, menegaskan pendampingan lapangan adalah bagian dari komitmen pemerintah menjaga kesehatan anak.
"Melalui pendampingan BIAS dan pelaksanaan ORI ini, kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan hak perlindungan kesehatannya secara optimal. Respons cepat di wilayah Cempaka ini sangat penting untuk mengendalikan potensi penyebaran kasus terduga campak sejak dini," ujarnya.
Ani juga menyoroti dukungan lintas sektor, terutama orang tua murid, pihak sekolah, dan masyarakat. Keterlibatan semua pihak diperlukan agar cakupan imunisasi maksimal dan anak terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
"Besar harapan kami agar masyarakat, pihak sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung penuh kegiatan BIAS maupun ORI ini. Dukungan dan kesadaran bersama adalah kunci agar anak-anak kita terhindar dari bahaya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi," tutupnya.
Campak biasanya diawali demam, batuk, pilek, dan mata merah berair. Ruam merah muncul beberapa hari kemudian, mulai dari wajah lalu menyebar ke tubuh.
Anak yang belum mendapat imunisasi lengkap paling rentan tertular. Karena itu, pastikan status imunisasi anak dicek di buku KIA atau aplikasi kesehatan keluarga.
Jika anak menunjukkan gejala di atas, terutama setelah ada kasus di sekolah atau lingkungan sekitar, segera bawa ke puskesmas atau dokter.
Imunisasi campak di Indonesia umumnya diberikan pada bayi usia 9 bulan melalui program rutin. Dosis lanjutan diberikan saat anak masuk sekolah dasar lewat BIAS.
Bila jadwal imunisasi anak terlewat, ibu bisa menanyakan ke puskesmas terdekat untuk kejar imunisasi. Tidak perlu menunggu jadwal berikutnya.
Simpan catatan imunisasi anak dengan rapi. Catatan ini membantu petugas memastikan anak mendapat dosis yang tepat sesuai usianya.
Segera konsultasi bila anak demam tinggi disertai ruam yang menyebar cepat, sulit makan atau minum, lemas, atau sesak napas. Campak bisa memicu komplikasi seperti pneumonia dan infeksi telinga.
Anak dengan daya tahan tubuh lemah atau kekurangan gizi perlu perhatian lebih. Jangan tunda pemeriksaan hanya karena menunggu ruam muncul.
Langkah Dinkes Banjarbaru di Cempaka jadi pengingat bahwa imunisasi adalah perlindungan paling murah dan efektif untuk anak. Cek status imunisasi si kecil hari ini, dan jangan ragu bertanya ke puskesmas bila ada jadwal yang terlewat.