Rating Pemain Inggris vs Pakistan: Robinson 8, Razaullah Bikin Seleksi Pusing

Penulis: Syafruddin Amir  •  Sabtu, 12 September 2026 | 19:35:01 WIB
Ollie Robinson tampil konsisten sepanjang seri dengan total 21 wicket.

SUMATERA UTARA — Inggris menutup seri kandang melawan Pakistan dengan kemenangan di Edgbaston, tetapi papan skor tak pernah bercerita utuh. Ada Ollie Robinson yang konsisten mengoyak pertahanan tamu, ada Razaullah Khan yang tiba-tiba muncul sebagai ancaman nyata dari kubu seberang.

Robinson Kuasai Bola Dukes, 21 Wicket di Seluruh Seri

Pertanyaan retoris yang sering muncul di ruang pers Inggris: adakah yang lebih piawai memainkan bola Dukes di kondisi lapangan Inggris selain Robinson? Laga ini jadi jawabannya lagi. Ia mengontrol laju lari Pakistan, menjadi penentu tempo serangan Inggris, dan menutup seri dengan 21 wicket.

Rata-rata 8,76 itu angka yang nyaris tak masuk akal untuk bowler mana pun di era modern. Ia juga sempat menghibur penonton lewat setengah abad cepat di hari kedua.

Razaullah Khan: 4-148 dan 81 Run yang Bikin Pakistan Berpikir Ulang

Dari kubu Pakistan, satu nama mencuat tak terduga. Razaullah, 21 tahun, membawa gigitan baru ke lini serang Pakistan dan disebut-sebut mengingatkan pada Waqar Younis muda. Ia menuntaskan innings pertama Inggris dengan 4-148.

Yang lebih mengejutkan datang dari bat. Innings 81 run dengan sembilan six — menyamai rekor terbaik — membuat para pengamat di Edgbaston terdiam. Kombinasi bowler muda dan batter agresif seperti ini yang membuat selektor Pakistan punya bahan diskusi panjang menjelang tur berikutnya.

Shan Masood Bertahan, Babar Azam di Bawah Tekanan

Shan Masood tampil sebagai penopang utama Pakistan di innings kedua. Setelah dismissal datar di innings pertama, ia menyusun 95 run penuh ketenangan dan perlawanan untuk menjadi pencetak run tertinggi tamu.

Babar Azam memberi pengingat bahwa dengan bat di tangan, di hari yang tepat, ia masih salah satu pemain paling enak ditonton di dunia. Skor 76 yang ia torehkan datang terlambat. Sebagai figur yang memecah opini di kubu Pakistan, posisinya sebagai kapten berpotensi menghadapi tekanan lebih besar.

Jordan Cox dan Harry Brook Beri Inggris Kelegaan

Jordan Cox tampil mencolok. Setelah dismissal murah di innings pertama, ia mencetak 59 not out tanpa gemetar untuk meredam gejolak Pakistan saat Inggris mengejar target. Lima dismissal dengan sarung tangan, setelah dipanggil menggantikan Jamie Smith yang cedera, bisa memberi selektor Inggris opsi tambahan di posisi kiper.

Harry Brook memainkan innings paling dewasa sepanjang tahun ini. Ia membatinkan disiplin dan fokus saat Pakistan masih punya pijakan di hari pertama, meski akhirnya run out di angka 75 saat abad sudah di depan mata. Brook menutup seri sebagai pencetak run terbanyak Inggris dengan 215 run di rata-rata 53,75.

Ben Duckett dan Saim Ayub, Dua Ujung yang Berbeda

Ben Duckett mengakhiri musim panas dengan cara pahit. Hanya 11 dan nol di laga ini, dan total 44 run di rata-rata 8,8 sepanjang seri tiga laga. Posisinya di skuad kini masuk radar pemeriksaan.

Saim Ayub dipanggil setelah perubahan besar-besaran di tim Pakistan, tetapi tampak kurang matang karena belum bermain kriket kelas satu sejak Oktober tahun lalu. Ia hampir pasti mengantongi pair, meski mendapat sedikit poin karena meninggalkan CPL demi memperkuat negaranya.

Atkinson, Archer, dan Tongue Jaga Ketajaman Lini Serang

Gus Atkinson tanpa wicket di innings pertama dan sempat tampak seperti kisah sial lainnya. Perubahan ke City End membantunya mengantongi tiga wicket dan mengangkat suasana hatinya.

Jofra Archer sempat kebobolan di innings kedua, tetapi tetap melempar dengan kecepatan dan agresivitas tinggi. Bola brutal yang menyingkirkan Saud Shakeel jadi pengingat bahaya yang ia bawa. Inggris akan sangat ingin menjaganya tetap fit di 12 bulan krusial ke depan.

Josh Tongue menyapu bersih lower order Pakistan di innings pertama dengan 4-42. Total 19 wicket di tiga laga menegaskan posisinya sebagai komponen penting mesin serang Inggris.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: bbc.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top