Zona Rekomendasi Sinabung Berubah, Warga Kuta Tengah Karo Mulai Dipulangkan ke Rumah

Penulis: Hamzah Effendi  •  Senin, 07 September 2026 | 16:30:31 WIB
Warga Desa Kuta Tengah, Karo, mulai kembali ke rumah masing-masing setelah zona rekomendasi Gunung Sinabung diperbarui PVMBG pada Senin (7/9).

Pemerintah Kabupaten Karo mulai memulangkan warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, ke rumah masing-masing pada Senin (7/9) setelah status zona rekomendasi Gunung Sinabung diperbarui. Pemulangan ini menyusul keputusan PVMBG yang memangkas radius sektoral dari enam kilometer menjadi lima kilometer, sehingga desa tersebut tidak lagi masuk area rawan.

KARO — Ratusan warga Desa Kuta Tengah yang mengungsi di Desa Sukatepu sejak erupsi Gunung Sinabung pekan lalu kini mulai kembali ke rumah. Keputusan ini diambil Satgas Tanggap Darurat Kabupaten Karo setelah menerima rekomendasi terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karo Juspri M. Nadeak membenarkan proses pemulangan tersebut berlangsung hari ini. "Benar, hari ini warga Kuta Tengah mulai kembali ke rumah masing-masing," katanya kepada ANTARA.

Radius Zona Rawan Berkurang Satu Kilometer

Perubahan status ini mulai berlaku sejak 6 September 2026 pukul 12.00 WIB. PVMBG memangkas radius sektoral dari enam kilometer menjadi lima kilometer untuk sektor selatan-tenggara, sementara radius vertikal dari puncak tetap di angka tiga kilometer.

Dengan berkurangnya jangkauan zona rekomendasi tersebut, Desa Kuta Tengah yang sebelumnya masuk area bahaya kini dinyatakan aman dari ancaman awan panas dan lontaran material pijar.

Status Siaga Belum Dicabut, 40 Personel Gabungan Dikerahkan

Meski warga diperbolehkan pulang, kewaspadaan di lapangan tidak dikendurkan. Sebanyak 40 personel BPBD Kabupaten Karo masih disiagakan di sejumlah posko, diperkuat personel Basarnas dan BPBD Provinsi Sumatera Utara.

Status Gunung Sinabung sendiri masih berada di Level III atau Siaga. Petugas terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung (PPGA) untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik secara berkala.

Hasil Pantauan Terbaru: Kubah Lava Stabil, Suplai Magma Masih Terekam

Berdasarkan pemantauan hingga 6 September 2026, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 300 hingga 500 meter di atas puncak. Pemantauan menggunakan pesawat nirawak (drone) belum menunjukkan adanya pertumbuhan kubah lava baru.

Kondisi kubah lava lama disebut masih stabil karena tidak terekam gempa guguran yang signifikan. Namun, Juspri mengingatkan bahwa gempa dangkal yang berkaitan dengan suplai magma dan peningkatan tekanan masih terekam, meski jumlahnya tidak besar.

Warga Diminta Waspadai Lahar Saat Hujan Deras

Juspri mengimbau masyarakat yang telah kembali ke Kuta Tengah agar tetap mengikuti arahan petugas dan tidak lengah. Potensi bahaya sekunder, khususnya aliran lahar saat hujan dengan intensitas tinggi, masih mengancam wilayah lereng gunung.

Erupsi Gunung Sinabung pada Senin (31/8) lalu sempat memaksa ratusan warga Desa Kuta Tengah dievakuasi ke Desa Sukatepu. Pemerintah melakukan pemantauan dan evaluasi bersama unsur terkait sebelum akhirnya memutuskan pemulangan warga menyusul perubahan zona rekomendasi PVMBG tersebut.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top