MEDAN — Bonauli Rajagukguk resmi memimpin Karang Taruna Provinsi Sumatera Utara untuk lima tahun ke depan. Penetapan itu berlangsung dalam Forum Temu Karya Pengurus Karang Taruna se-Sumut yang digelar di Medan dan dihadiri perwakilan organisasi dari seluruh kabupaten/kota.
Proses pemilihan berjalan lancar. Seluruh pengurus yang hadir sepakat memilih Bonauli secara aklamasi, tanpa melewati mekanisme voting atau pemungutan suara.
Dalam pidato perdananya, Bonauli menyebut organisasinya akan berkonsentrasi pada tiga hal utama. Pertama, penguatan ekonomi kreatif pemuda. Kedua, penanganan masalah sosial di masyarakat. Ketiga, digitalisasi program Karang Taruna.
“Kita harus jadi organisasi yang solutif dan berdampak,” tegas Bonauli dalam sambutannya usai ditetapkan sebagai ketua.
Ia berkomitmen menguatkan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat paling bawah. Langkah ini dinilai penting agar program yang dirancang pengurus provinsi bisa berjalan sampai ke ranting dan anak ranting.
Selain memilih ketua, forum juga menunjuk empat orang sebagai anggota Tim Formatur. Mereka bertugas menyusun struktur kepengurusan lengkap Karang Taruna Sumut periode 2026-2031.
Empat nama yang masuk Tim Formatur adalah Ahmad Senang, Yovie Hari Irwansyah Batubara, Muhammad Riduan Dalimunthe, dan Bahri Ritonga.
Wakil Gubernur Sumatera Utara yang membuka forum menegaskan peran strategis Karang Taruna dalam pembangunan daerah. Organisasi ini diminta menjadi garda terdepan kepemudaan, terutama dalam pemberdayaan di desa dan kelurahan.
“Saya harap forum ini melahirkan pemimpin yang punya integritas, inovatif, dan siap bersinergi dengan pemerintah,” ujarnya di hadapan para pengurus.
Forum Temu Karya kali ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan Karang Taruna Sumut. Organisasi ini dituntut mampu menjawab tantangan kepemudaan dan berkontribusi nyata mewujudkan Sumatera Utara yang maju dan sejahtera.