MEDAN — Panggung utama PRSU 2026 di Medan bukan lagi monopoli penyanyi ibu kota. Tahun ini, penyelenggara memberikan slot khusus bagi musisi lokal Sumatera Utara untuk tampil di atas panggung dengan standar tata suara dan pencahayaan yang sama dengan artis nasional seperti Nasar, The Changcuters, dan Laode.
Keputusan ini mendapat sambutan hangat dari para pelaku musik daerah. Mereka menilai langkah tersebut menunjukkan bahwa penyelenggara tidak semata mengejar nilai komersial dari artis nasional yang sudah memiliki pangsa pasar tetap.
Bagi band-band lokal, tampil di panggung utama PRSU merupakan pencapaian tersendiri. Didi, vokalis Morbid yang tampil bersama Roll Jack pada Senin pekan lalu, mengaku pengalaman itu menambah portofolio dan membangkitkan gairah bermusik.
"Meski tidak dipenuhi penonton seperti saat konser artis nasional, tampil di PRSU dengan lighting dan sound standar konser akbar adalah impian setiap anak band," ujarnya.
Senada dengan itu, Diurnanta, vokalis DQ Project, mengenang pengalamannya menjadi band pembuka konser NAFF di PRSU pada 2017. Ia menyebut atmosfer panggung besar sangat berbeda dengan manggung di kafe-kafe.
“Ada tantangan tersendiri bagaimana menaklukkan emosional penonton yang datang dari berbagai latar belakang,” kata Diur yang juga seorang jurnalis musik Medan.
Saat itu, DQ Project yang diperkuat vokalis Bais—kini vokalis grup rock Power Metal—membawakan lagu-lagu God Bless, Power Metal, Scorpions, hingga Helloween. Sambutan penonton, kata Diur, sangat menggembirakan dan larut dalam sukacita.
Diurnanta menilai penyelenggara PRSU pantas diapresiasi karena tidak melupakan musisi Sumut di tengah hiruk-pikuk artis nasional. Menurutnya, meskipun jumlah penonton saat penampilan lokal tidak seramai konser artis Jakarta, hal itu wajar dalam industri pertunjukan.
“Bagaimanapun hadirnya talent lokal di panggung utama suatu bukti bahwa penyelenggara tidak melupakan musisi di Sumut,” ujarnya.
PRSU 2026 sendiri menampilkan beragam genre musik lokal, mulai dari band rock, pop, hingga pertunjukan tematik. Langkah ini diharapkan menjadi agenda rutin yang memberi ruang tumbuh bagi ekosistem musik di Sumatera Utara.