PAKPAK BHARAT — Kabupaten Pakpak Bharat genap berusia 23 tahun pada Selasa (28/7/2026). Puncak peringatan ditandai dengan upacara yang digelar di Lapangan Balai Diklat BKPSDM, Desa Cikaok, dipimpin langsung oleh Bupati Franc Bernhard Tumanggor.
Dalam rangkaian upacara, Ketua DPRD Pakpak Bharat Elson Angkat membacakan sejarah singkat berdirinya daerah otonom baru ini. Kabupaten Pakpak Bharat resmi berdiri pada 28 Juli 2003 setelah diterbitkannya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2003.
Aturan tersebut sekaligus mengesahkan pembentukan dua kabupaten lain di Sumatera Utara, yakni Humbang Hasundutan dan Nias Selatan. Artinya, Pakpak Bharat merupakan salah satu dari tiga daerah yang lahir dari kebijakan pemekaran wilayah di era awal desentralisasi.
Upacara peringatan turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para tokoh yang terlibat dalam perjuangan pembentukan kabupaten, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Kehadiran para pendiri menjadi pengingat akan proses panjang yang dilalui untuk mewujudkan Pakpak Bharat sebagai daerah otonom.
Suasana upacara berlangsung khidmat dengan pengibaran bendera merah putih dan penghormatan kepada simbol-simbol negara. Bupati Franc Bernhard Tumanggor bertindak sebagai inspektur upacara.
Memasuki usia 23 tahun, Pakpak Bharat terus menjalani proses pembangunan sebagai kabupaten yang berbatasan langsung dengan Aceh Tenggara dan Dairi. Wilayah ini dikenal dengan kekhasan budaya masyarakat Pakpak yang masih kental.
Peringatan hari jadi menjadi momentum untuk merefleksikan capaian pembangunan dan tantangan ke depan, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah dataran tinggi Sumatera Utara tersebut.