JAKARTA — Pasar modal Indonesia kembali bergerak di zona merah. IHSG melemah 0,65 persen ke level 6.185,78 pada akhir perdagangan Senin (27/7/2026). Tekanan jual paling kuat datang dari saham-saham big caps yang menjadi penopang indeks.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menjadi pemberat utama setelah harganya turun 2,54 persen ke Rp3.460 per saham. Pelemahan juga terjadi pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang terkoreksi 1,52 persen, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang ikut menekan indeks.
Dari sisi sektoral, tekanan paling dalam dialami sektor infrastruktur yang ambles 1,39 persen. Disusul sektor kesehatan yang turun 0,70 persen, sektor barang baku melemah 0,54 persen, dan sektor properti yang terkoreksi 0,46 persen.
Di tengah dominasi aksi jual, hanya sektor industri yang mampu memberikan sentimen positif. Sektor ini tercatat naik 0,65 persen, membantu menahan laju penurunan IHSG agar tidak semakin dalam.
Sebanyak 307 saham ditutup menguat, sementara 341 saham melemah, dan 147 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp10.874,02 triliun.
BRI Danareksa Sekuritas mencatat saham-saham perbankan dan komoditas masih mendominasi nilai transaksi pada hari ini. Saham dengan volume perdagangan tertinggi antara lain PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR), PT Cocos Capital Tbk. (COCO), PT Dewa United Energi Tbk. (DEWA), dan PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL).
Menurut riset BRI Danareksa Sekuritas, pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam fase konsolidasi. Aksi jual masih membayangi mayoritas sektor, namun rotasi dana ke emiten tertentu dinilai mampu menjaga pelemahan indeks tetap terbatas.
Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati berbagai sentimen eksternal maupun domestik yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya.