SUMATERA UTARA — Microsoft memperkuat lini keamanan siber berbasis kecerdasan buatan dengan dua produk anyar yang diumumkan dalam acara terbatas di San Francisco. Perusahaan meluncurkan MAI-Cyber-1-Flash, model AI pertama yang dirancang khusus untuk keamanan siber, serta Perception, sebuah platform yang mengerahkan agen-agen AI untuk mengotomatisasi alur kerja pertahanan.
Model MAI-Cyber-1-Flash dibangun untuk bekerja di dalam MDASH, sistem harness Microsoft yang dikhususkan untuk identifikasi dan perbaikan kerentanan perangkat lunak. Perception juga bisa diintegrasikan dengan MDASH untuk mempercepat proses tersebut.
Dalam presentasinya, Mustafa Suleyman, CEO Microsoft AI dan salah satu pendiri DeepMind, menyebut model ini telah diuji pada tolok ukur industri bernama Cyber Gym. "Kami memiliki MAI-1 Cyber Flash yang terikat dengan GPT 5.4 di dalam harness MDASH—yang mengalahkan Gemini, GPT 5.5 Cyber, GPT 5.6 Sol, dan Mythos 5 di Cyber Gym," ujar Suleyman. "Kami langsung mengirimkannya ke produksi."
Klaim tersebut menempatkan Microsoft dalam persaingan langsung dengan Anthropic, Google, dan OpenAI yang juga telah merilis produk keamanan siber AI masing-masing. Anthropic meluncurkan platform Mythos melalui program Glasswing, sementara OpenAI memperkenalkan solusi Day Break pada Mei lalu.
Hayete Gallot, wakil presiden Microsoft untuk keamanan, menjelaskan bahwa Perception dirancang agar tim pertahanan perusahaan dapat "bertahan melawan AI dengan AI dalam skala dan kecepatan yang dimiliki penyerang." Hal ini merespons meningkatnya penggunaan AI oleh peretas dalam serangan siber.
Perception mengoperasikan tiga jenis agen otonom. Agen tim merah (red team) menyediakan simulasi serangan potensial secara detail, termasuk konteks tentang aktor ancaman dan celah yang mungkin dieksploitasi. Agen tim biru (blue team) bertugas mendeteksi dan memilah bug yang sudah ada. Sementara agen tim hijau (green team) mengambil tindakan perbaikan langsung terhadap bug tersebut.
Dave Weston, kepala insinyur Perception, menyebut platform ini sebagai peningkatan efisiensi besar bagi tim keamanan perusahaan. "Kami beralih dari pekerjaan manual yang memakan waktu berjam-jam dari banyak spesialis—pemburu appsec, insinyur remediasi, dan lainnya—menjadi hitungan menit untuk mendapatkan perbaikan," kata Weston. "Kami tidak hanya menemukan dan memprioritaskan masalah, tetapi juga memiliki deteksi, perbaikan postur, dan bahkan perbaikan kode."
Microsoft mengonfirmasi bahwa MAI-Cyber-1-Flash dan Perception akan tersedia dalam versi pratinjau pada 3 November mendatang. Kedua produk ini menyasar perusahaan dan organisasi yang membutuhkan sistem pertahanan siber otomatis dengan respons cepat.
Langkah Microsoft menambah kepadatan pasar solusi keamanan siber berbasis AI yang saat ini sudah diramaikan oleh Mythos dari Anthropic dan Day Break dari OpenAI. Dengan klaim biaya lebih rendah dan performa lebih tinggi di benchmark Cyber Gym, Microsoft mencoba merebut pangsa pasar dari para pesaing yang sudah lebih dulu meluncurkan produk serupa.