SUMATERA UTARA — Promo back to school Lenovo berlangsung di pasar global, termasuk Amerika Serikat. Diskon berkisar antara 5% hingga nyaris 50% dari harga normal. Namun di tengah krisis RAM yang masih berlangsung, harga laptop secara umum memang masih tinggi. Dari sembilan rekomendasi yang diulas Tom's Guide, saya memilih yang paling relevan untuk kebutuhan pelajar dan pekerja hybrid—dengan catatan jujur soal kekurangannya.
Tablet paling murah di daftar ini cuma USD 99 (Rp 1,6 juta). Dibekali MediaTek Helio G85, RAM 4GB, dan penyimpanan eMMC 64GB, perangkat ini hanya cocok untuk streaming dan browsing ringan. Layar 8,7 inci HD (1340 x 800) cukup lega, tapi refresh rate standar dan panelnya bukan IPS murni—sudut pandang terbatas. Jangan pakai untuk kerja dokumen atau video call berat.
Ini tablet yang lebih masuk akal untuk produktivitas. Layar 12,1 inci 2.5K dengan refresh rate 120Hz sangat mulus untuk scrolling dan menulis pakai stylus. MediaTek Dimensity 7400 dan RAM 8GB cukup untuk multitasking ringan. Sayangnya, storage cuma 128GB dan tidak disebutkan apakah bisa diperluas via microSD. Cocok untuk mahasiswa yang butuh tablet hybrid, asalkan tidak menyimpan banyak file offline.
Chromebook ini punya keunggulan langka di harga USD 499: layar sentuh 14 inci 1080p. Core i3-N305 dan RAM 8GB cukup untuk Chrome OS, tapi jangan harap bisa menjalankan aplikasi Linux atau Android berat. Storage 128GB SSD lega untuk kelas Chromebook. Kekurangan utama: baterai tidak disebutkan kapasitas pastinya, dan prosesor N-series tidak cocok untuk gaming atau editing video.
Laptop 15,3 inci ini pakai prosesor Qualcomm Snapdragon X dan RAM 16GB. Klaim utamanya adalah baterai tahan seharian penuh—ciri khas laptop ARM Windows. Layar sentuh 1920 x 1200 cukup tajam. Tapi kompatibilitas aplikasi x86 masih menjadi tanda tanya; beberapa software Windows lama mungkin tidak berjalan mulus di emulasi Prism. Cocok untuk mahasiswa yang hanya pakai browser dan Office, kurang cocok untuk pengguna aplikasi engineering atau gaming.
Diskon USD 350 membuat laptop 2-in-1 ini worth it. Layar 16 inci WUXGA IPS sentuh, prosesor Intel Core 5-210H, RAM 16GB, dan SSD 512GB. Performa harian dijamin mulus untuk browsing, dokumen, dan streaming. Kekurangan: baterai tidak disebutkan, dan bobotnya pasti lebih berat dari laptop konvensional 16 inci karena engsel 360 derajat.
ThinkPad selalu identik dengan keyboard nyaman dan build kokoh. Versi E16 ini pakai AMD Ryzen 5-230, RAM 16GB, dan SSD 256GB. Layar 16 inci 1920 x 1200 IPS standar. Storage cuma 256GB di harga hampir USD 1.000—ini kelemahan utama. Cocok untuk pekerja kantoran yang prioritas utamanya keyboard dan durabilitas, bukan kecepatan storage atau grafis.
Bobot cuma 3 pon (1,36 kg) membuat laptop 14 inci ini ideal untuk dibawa keliling kampus. Layar sentuh IPS 1920 x 1200, prosesor Core 5-210H, RAM 16GB, dan SSD 512GB. Performa solid untuk multitasking harian. Sayang, tidak ada opsi GPU diskrit—jadi jangan harap bisa gaming atau render 3D.
Ini laptop paling tipis dan ringan di daftar, dengan layar OLED 14 inci yang kaya warna. Snapdragon X2 Plus dan RAM 16GB menjanjikan baterai tahan lama. Build quality premium, keyboard top-tier. Sama seperti IdeaPad Slim 3x, kompatibilitas aplikasi ARM masih menjadi risiko. Cocok untuk kreator konten yang kerja di cloud dan jarang pakai software legacy.
Diskon 20% membuat laptop 2-in-1 ini lebih terjangkau. Intel Core Ultra 5-226V, RAM 16GB, dan SSD 1TB—storage paling lega di daftar. Layar 16 inci 1920 x 1200 ideal untuk hiburan dan casual gaming. Kekurangan: tidak ada opsi layar OLED atau resolusi lebih tinggi, padahal sudah flagship.
Dari sembilan pilihan, ThinkBook 14 Gen 9 dan IdeaPad Slim 5i 2-in-1 menawarkan keseimbangan harga-spesifikasi terbaik untuk pelajar dan pekerja hybrid. Tab Plus Gen 2 layak dilirik kalau kamu butuh tablet 120Hz murah. Hindari Tab One kalau kamu butuh perangkat untuk kerja serius—fungsinya terlalu terbatas. Dan ingat: laptop ARM Windows (IdeaPad Slim 3x, Yoga Slim 7x) masih punya risiko kompatibilitas aplikasi—pastikan software kuliah atau kantormu sudah mendukung arsitektur ARM sebelum membeli.