MEDAN — Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan bahwa kereta api kini menjadi bagian integral dari rantai perjalanan umrah. Rombongan dari Labuhanbatu menggunakan KA Sribilah Utama relasi Rantauprapat–Araskabu, yang merupakan stasiun terintegrasi dengan Bandara Kualanamu.
"Perjalanan berbasis rel ini jadi pilihan strategis biro umrah dalam menghubungkan moda darat menuju penerbangan udara," kata Anwar di Medan, Selasa. Ia menekankan kepastian jadwal dan bebas kemacetan sebagai keunggulan utama.
Menurut Anwar, keberangkatan rombongan umrah mensyaratkan ketepatan waktu yang ketat. KAI hadir memberikan solusi mobilitas yang andal dan minim risiko, sehingga calon jemaah bisa fokus mempersiapkan fisik serta mental untuk ibadah di tanah suci tanpa terkendala kelelahan di perjalanan.
Layanan angkutan rombongan ini menawarkan kemudahan pemesanan dengan minimal 10 penumpang untuk kelas Eksekutif dan 20 penumpang untuk kelas Bisnis. Rombongan jumlah besar berpeluang mendapat potongan harga hingga 10 persen.
KAI membagi layanan angkutan rombongan berdasarkan jenis kereta. Untuk travel umrah, instansi, dan komunitas, pengajuan dilayani menggunakan KA komersial seperti KA Sribilah Utama dan KA Sribilah Fakultatif.
Sementara itu, kereta bersubsidi (PSO) seperti KA Putri Deli, KA Siantar Ekspres, dan KA Datuk Blambangan dialokasikan khusus bagi rombongan anak sekolah. Layanan ini mendukung kegiatan edutrip dan perjalanan edukasi.
Sepanjang Semester I 2026, KAI Divre I Sumatera Utara tercatat telah melayani 388 perjalanan rombongan untuk berbagai keperluan. Mulai dari perjalanan ibadah, wisata, hingga edukasi sekolah.
"Terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang memilih kereta api sebagai mitra transportasi ibadah," ujar Anwar. Ia menegaskan komitmen KAI untuk menjadi moda penghubung terdepan yang mempermudah mobilitas masyarakat Sumatera Utara melalui layanan yang aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu.