MEDAN — Tim dosen dari Prodi Manajemen dan Akuntansi FEB UMA mengajak siswa kelas 12 SMAN 13 Medan melihat sampah dan limbah sekolah bukan sebagai masalah, melainkan peluang bisnis. Kegiatan bertajuk “Menanamkan Green Mindset Sejak Dini: Inovasi Berkelanjutan Berbasis Sekolah untuk Kemandirian Ekonomi Siswa SMAN 13 Medan” ini berlangsung selama tiga hari penuh.
Materi yang diberikan tidak hanya teori. Pada hari pertama, peserta diajak mengidentifikasi potensi inovasi di lingkungan sekolah. Hari kedua diisi pelatihan teknis mengubah ide kreatif menjadi produk bernilai jual, seperti pemanfaatan limbah sekolah dan pembuatan barang daur ulang. Hari ketiga menjadi puncak kegiatan: pendampingan penyusunan rencana bisnis mandiri.
“Kami ingin menanamkan green mindset bukan sekadar sebagai teori, melainkan sebagai peluang inovasi,” ujar Muthya Rahmi Darmansyah, SE., M.Sc, Ketua PKM sekaligus dosen Manajemen FEB UMA.
Yang membedakan program ini dari seminar lingkungan pada umumnya adalah pendekatan keilmuan. Tim pengabdi yang beranggotakan Indah Cahya Sagala, S.Pd., M.Si dan Dra. Retnawati Siregar, M.Si dari Prodi Akuntansi FEB UMA memaparkan bagaimana konsep akuntansi dan manajemen bisnis bisa diintegrasikan dengan isu lingkungan. Siswa diajari menyusun rencana bisnis sederhana yang ramah lingkungan sejak awal.
Pihak SMAN 13 Medan menyambut positif kegiatan ini. Program dinilai relevan dengan kebutuhan siswa masa kini yang dituntut memiliki kepekaan sosial, lingkungan, dan jiwa kewirausahaan di luar kecerdasan akademik. Para siswa kelas 12 tampak antusias mengikuti setiap sesi materi dan diskusi interaktif.
FEB UMA berharap para alumni SMAN 13 Medan nantinya mampu menjadi agen perubahan yang bisa menciptakan peluang ekonomi mandiri tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan sekitar. Program ini menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan tinggi bisa turun langsung membekali generasi muda menghadapi tantangan ekonomi dan ekologi sekaligus.