NIAS BARAT — Bobby Nasution meminta pengurus Masjid Al Uswah di Kecamatan Sirombu untuk memperbaiki proposal bantuan yang diajukan. Menurutnya, nilai Rp100 juta yang tercantum dalam proposal tidak akan cukup untuk merenovasi bangunan masjid yang memiliki nilai sejarah bagi perkembangan Islam di Nias Barat itu.
"Kalau Rp100 juta tidak bisa. Yang bisa Rp250 juta. Perbaiki proposalnya dan ajukan kembali," ujar Bobby di hadapan tokoh agama dan masyarakat setempat.
Sebelumnya, tokoh agama Nias Barat, Akhmad Rafi Zebua, menyampaikan bahwa bantuan untuk masjid tersebut sempat masuk dalam rencana anggaran Pemprov Sumut. Namun, realisasinya batal karena anggaran dialihkan untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON).
Akhmad Rafi Zebua juga menyuarakan kebutuhan nelayan di Nias Barat. Ia meminta bantuan alat tangkap sebanyak 400 set dengan berbagai ukuran, termasuk jaring tenggiri, untuk meningkatkan hasil tangkapan mereka.
Menanggapi hal itu, Bobby mengaku akan mendata terlebih dahulu kebutuhan yang diajukan. Ia memastikan bantuan alat tangkap masih berpeluang direalisasikan, meski untuk kapal motor belum masuk dalam APBD tahun ini.
"Kalau untuk kapal motor memang tahun ini belum ada pengadaannya. Nanti kami diskusikan lagi dengan OPD terkait. Tetapi untuk alat tangkap akan kita lihat. Kalau tidak bisa dari APBD, nanti saya bantu secara pribadi setelah Agustus tahun ini," kata Bobby.
Persoalan lain yang mengemuka adalah kebutuhan pemecah ombak yang sangat dibutuhkan nelayan di wilayah Nias Barat. Bobby menjelaskan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Kementrian Perhububgan.
Pihaknya berkomitmen untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat guna menangani masalah yang selama ini menghambat aktivitas melaut warga.
Masyarakat juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor pariwisata di Pulau Asu dan Pulau Inako. Kedua pulau itu dikenal memiliki keindahan alam dan kekayaan sumber daya laut yang menjadi daya tarik wisatawan.
Bobby mengatakan, hasil pembahasan bersama kepala daerah se-Kepulauan Nias menempatkan Nias Barat sebagai kawasan produksi. Meski begitu, ia menegaskan potensi wisata di daerah itu tidak diabaikan.
"Nias Barat tetap akan berkembang. Pengembangan kawasan wisata akan dilakukan bertahap setelah kawasan prioritas lainnya berjalan," ujarnya.
Selain itu, warga juga menyampaikan kebutuhan pembangunan fasilitas pelabuhan dan penambahan layanan transportasi laut untuk melayani masyarakat di wilayah kepulauan, termasuk Pulau Inako. Bobby memastikan Pemprov Sumut akan memprioritaskan program yang bisa segera direalisasikan sesuai kemampuan anggaran daerah.