Wakil Bupati Deli Serdang Ajak Warga Lestarikan Budaya di Panggung Keong PRSU, Tampilkan Tarian hingga Ketoprak Dor

Penulis: Ramli Ahmad  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 15:07:31 WIB
Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, menyaksikan pertunjukan tari kolosal yang mengisahkan sejarah daerah di Panggung Keong PRSU, Sabtu (18/7/2026) malam.

MEDAN — Panggung Keong PRSU berubah menjadi panggung megah seni dan budaya saat Malam Budaya Deli Serdang digelar, Sabtu (18/7/2026) malam. Acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan pernyataan sikap pemerintah daerah untuk menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.

Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, SS., yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan untuk memperkenalkan kekayaan seni lokal ke publik yang lebih luas. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama.

Penampilan Spektakuler dari Tari Kolosal hingga Ketoprak Dor

Kemeriahan malam itu diawali dengan tari kolosal yang mengisahkan sejarah panjang Kabupaten Deli Serdang. Penampilan dilanjutkan dengan Tarian Tik Batik Deli Serdang, sebuah tarian yang mempromosikan motif wastra khas daerah, yang sukses membuat penonton berdecak kagum.

Suasana berubah syahdu saat Kiara, seorang violinis muda berbakat, memainkan alunan instrumental yang memikat. Tak lama kemudian, suara merdu Nasya menghanyutkan perasaan seluruh hadirin yang memadati area panggung.

Salah satu momen yang paling dinanti adalah penampilan Ketoprak Dor, seni panggung komedi rakyat khas Deli Serdang. Pertunjukan teater tradisional ini berhasil mengocok perut penonton dan mengundang gelak tawa riuh di setiap sudut panggung. Malam itu ditutup dengan kehangatan saat seluruh pengisi acara, pejabat, dan masyarakat berbaur menyanyi dan menari bersama.

Komitmen Pemkab: Budaya sebagai Perekat Keberagaman

Dalam sambutannya, Lom Lom Suwondo menegaskan bahwa Malam Budaya Deli Serdang adalah wujud nyata transformasi dan komitmen pemerintah. Ia mengatakan, acara ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas seni budaya lokal.

“Acara ini adalah sebuah transformasi di mana kita harus mampu menunjukkan kreativitas seni budaya lokal. Kegiatan ini menjadi jembatan untuk menunjukkan kekayaan yang ada di Deli Serdang,” ujar Lom Lom.

Ia menambahkan bahwa Kabupaten Deli Serdang terbentuk dari berbagai suku dan etnis yang hidup berdampingan. Seni dan budaya, menurutnya, menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan tersebut. Pemerintah berkomitmen menghadirkan ruang kegiatan melalui event olahraga, seni, budaya, dan keagamaan untuk mempererat kebersamaan.

Target Utama: Menanamkan Kecintaan Budaya pada Generasi Muda

Wakil Bupati menitipkan pesan penting mengenai keberlanjutan budaya kepada generasi penerus. Ia menekankan bahwa target utama dari pertunjukan ini bukan hanya memukau penonton yang hadir, tetapi juga meletakkan dasar pemahaman bagi anak cucu di masa depan.

“Semoga pertunjukan malam ini mampu memukau kita semua dan memberikan prestasi yang gemilang bagi Kabupaten Deli Serdang. Mari kita jaga dan teruskan warisan budaya ini,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Deli Serdang juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan panitia PRSU 2026 yang telah memberikan panggung bagi kabupaten/kota untuk menampilkan potensi terbaiknya. Melalui panggung budaya ini, diharapkan tongkat estafet tradisi tidak terputus dan menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: topmetro.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top