MEDAN — Warga Kota Medan mulai merasakan kelancaran pengisian BBM setelah beberapa hari sebelumnya harus bersabar menghadapi antrean panjang. Peningkatan pasokan dan armada distribusi yang digenjot sejak pertengahan Juli 2026 mulai menunjukkan hasil.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi menyebut penyaluran harian sejak 14 hingga 16 Juli 2026 mencapai lebih dari 6.000 kiloliter. Angka ini menjadi bukti bahwa pasokan fisik di depot dan SPBU mulai terkonsolidasi.
“Mudah-mudahan peningkatan penyaluran ini dapat menjadi tambahan stok di SPBU sehingga mampu mengurai antrean yang masih terjadi,” ujar Sunardi dalam keterangan yang diterima di Medan, Jumat (17/7/2026).
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas meninjau langsung ketersediaan stok BBM di Fuel Terminal Medan Group. Ia memastikan dua kapal telah selesai membongkar Jenis BBM Tertentu Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan Pertalite.
“Sehingga dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatra Utara ini,” kata Wahyudi.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menambahkan bahwa realisasi penyaluran solar dan pertalite di Sumut masih di bawah rata-rata nasional. Artinya, tidak ada masalah dari sisi kuota yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kendala ini operasional, operasional distribusi. Perlu ada semacam early warning system. Selain itu juga seluruh armada terlihat di pemantauan, apakah di jalan atau SPBU. Permasalahan ini harus bisa segera diselesaikan,” tegas Fathul.
Samsuri, pengemudi ojek daring berusia 60 tahun di Kota Medan, mengaku proses pengisian BBM kini jauh lebih cepat. “Kepada masyarakat, beberapa hari yang lalu saya mengimbau agar bersabar karena ada kendala. Sekarang sudah mantap dan sudah lancar. Saya merasakannya langsung,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Hasbi, pengemudi truk berusia 23 tahun. Ia merasakan waktu tunggu pengisian di SPBU jauh lebih singkat dibandingkan pekan lalu. “Terima kasih kepada pemerintah. BBM di Sumatra Utara sekarang sudah lancar,” katanya.
Pertamina Patra Niaga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum setempat. Langkah sinergi ini dilakukan untuk memastikan normalisasi distribusi energi berjalan lebih optimal dan tidak ada penyalahgunaan BBM bersubsidi di lapangan.