MEDAN — Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU di Kota Medan perlahan mulai mengurai. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas memastikan stok BBM jenis solar dan Pertalite di Sumatera Utara saat ini dalam kondisi aman setelah dua kapal pengangkut selesai melakukan bongkar muat.
“Dengan rutinitas sehari-hari, insyaAllah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatera Utara ini,” ujar Wahyudi saat meninjau FT Medan Group, Jumat (17/1/2025).
Langkah pertama yang diambil adalah penambahan sekitar 35 persen jumlah awak mobil tangki dan armada distribusi. Pertamina Patra Niaga juga mengaktifkan mekanisme alih suplai dari tiga fuel terminal di luar Medan, yakni FT Siantar, FT Kisaran, dan FT Lhokseumawe.
Distribusi melalui Pelabuhan Belawan dan Labuhan Deli terus dioptimalkan. Hasilnya, suplai BBM ke SPBU naik dari 112 persen menjadi 120 hingga 125 persen dari kondisi normal.
“Ini upaya terbaik untuk mengurai antrean di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat,” tegas Wahyudi.
BPH Migas bersama PPN melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU di Medan yang sebelumnya menjadi titik antrean terparah. Hasil monitoring pada Jumat sore menunjukkan distribusi solar dan Pertalite berjalan lancar.
“Semua stok kita top up terus kontinyu sampai benar-benar kondisi SPBU full tank dapat melayani masyarakat secara baik,” terang Wahyudi.
Kondisi ini akan terus dipantau oleh BPH Migas hingga pelayanan di seluruh SPBU di Sumatera Utara benar-benar kembali normal. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian panic buying agar distribusi tetap merata.