MEDAN — Pemerintah Prancis membuka peluang besar bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk melanjutkan studi ke jenjang magister di Prancis. Peluang itu disampaikan langsung oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, saat berkunjung ke kampus UMSU di Jalan Muchtar Basri No.3, Medan, Kamis (16/7).
Fabien menjelaskan bahwa kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjadi pintu masuk utama. Mahasiswa UMSU yang ingin kuliah di Prancis melalui skema beasiswa LPDP dapat memilih dari 25 universitas yang menawarkan program pembelajaran penuh dalam bahasa Inggris.
“Kami bekerja sama dengan LPDP untuk program magister. Saat ini terdapat sekitar 25 universitas di Prancis yang menyediakan program master berbahasa Inggris, sehingga bahasa tidak lagi menjadi kendala bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di sana,” ujar Fabien.
Meski program berbahasa Inggris tersedia, Pemerintah Prancis tetap mendorong mahasiswa Indonesia untuk belajar bahasa Prancis sebelum berangkat. Menurut Fabien, pembelajaran bahasa tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah Prancis sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama pendidikan antarnegara.
“Kami sangat mendukung program pertukaran mahasiswa dan riset untuk UMSU dan Medan. Kami selalu mendorong mahasiswa untuk belajar di Prancis dan memanfaatkan berbagai peluang pendidikan yang tersedia,” tuturnya.
Kunjungan ini bukan yang pertama bagi UMSU dalam menjalin hubungan dengan Prancis. Wakil Rektor III UMSU, Dr. Rudianto, M.Si, menyebut bahwa kampusnya sudah memiliki Waroeng Prancis di Perpustakaan UMSU sebagai pusat kebudayaan dan informasi. Selain itu, UMSU juga telah berkolaborasi dengan Alliance Française Medan melalui kegiatan nonton bersama, pameran pendidikan, dan program kebudayaan.
Fabien menilai kerja sama yang sudah berjalan itu perlu diperluas. Namun, ia menekankan pentingnya menentukan bidang prioritas yang menjadi fokus kedua belah pihak.
“Kami melihat ada banyak hal yang dapat dilakukan bersama UMSU. Langkah pertama adalah menentukan bidang prioritas yang ingin dikembangkan,” kata Fabien.
Fabien menambahkan bahwa Prancis memiliki sejumlah proyek strategis di Indonesia. Menurutnya, proyek-proyek itu membuka peluang bagi akademisi dan mahasiswa UMSU untuk terlibat dalam riset dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kami sangat mendukung program pertukaran mahasiswa dan riset untuk UMSU dan Medan. Kami selalu mendorong mahasiswa untuk belajar di Prancis dan memanfaatkan berbagai peluang pendidikan yang tersedia,” ujarnya.
Dalam kunjungan itu, Fabien dan jajarannya juga menyempatkan diri berkunjung ke Waroeng Prancis dan berbincang dengan mahasiswa internasional UMSU asal Nigeria, Thailand, dan Kamboja.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Martin Albert selaku Political Counsellor Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Vincent Degoul selaku Deputy Counsellor for Cooperation and Cultural Affairs, serta Pogy Kurniawan selaku Chairman of the Alliance Française Medan Foundation.