NIAS BARAT — Langkah ini diambil setelah Presiden Prabowo Subianto membangun Rumah Sakit Umum Daerah di Nias Barat. Pemprov Sumut menafsirkan program presiden di bidang kesehatan dengan membenahi puskesmas-puskesmas agar masyarakat tidak harus selalu ke rumah sakit yang aksesnya jauh.
Bobby Nasution usai meninjau Puskesmas Mandrehe, Kamis (16/7/2026), mengungkapkan kondisi fasilitas yang sangat minim. Saat ini puskesmas tersebut hanya memiliki dua tempat tidur dengan peralatan kesehatan seadanya.
“Jadi ini kita perbaiki fasilitasnya, salah satunya ini bisa menjadi rawat inap, tadi hanya ada 2 tempat tidur dan fasilitasnya minim sekali, jadi kita akan buat isinya ada 10 bed, bisa melakukan persalinan, dokter juga,” kata Bobby.
Gubernur menjelaskan pemilihan 20 puskesmas yang akan ditingkatkan bergantung pada usulan bupati dan wali kota. “Ini Pak Bupati Nias Barat mengusulkan di sini, mudah-mudahan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Puskesmas Mandrehe menjadi tujuan utama karena letaknya yang dekat dengan masyarakat. Sebanyak 20 desa dengan total 23 ribu penduduk mengandalkan fasilitas kesehatan ini, sementara rumah sakit daerah berjarak 60 kilometer.
Pemprov Sumut tidak hanya membenahi infrastruktur, tetapi juga meningkatkan sumber daya manusia. Program beasiswa dokter spesialis diberikan melalui Universitas Sumatera Utara dan Universitas Gadjah Mada.
“Tahun kemarin ada 16 dan tahun ini ada 5 lagi tes khusus dari Kepulauan Nias,” ungkap Bobby. Untuk mengisi kekosongan saat dokter sedang menjalani pendidikan, Pemprov melakukan perjanjian dengan kabupaten kota agar dokter bisa dirotasi sementara.
Bobby menekankan bahwa peningkatan puskesmas menjadi rawat inap bertujuan mengurangi kepadatan rumah sakit. “Kami dari provinsi coba membenahi Puskesmas-Puskesmas biar nggak semua masyarakat ke rumah sakit karena salah satu kendalanya adalah aksesnya,” katanya.
Dengan peningkatan ini, Puskesmas Mandrehe diharapkan mampu menangani persalinan dan pelayanan rawat inap dasar, sehingga warga Nias Barat tidak perlu menempuh perjalanan puluhan kilometer hanya untuk mendapatkan perawatan medis. (*)