RSU Haji Medan Layani 1.099 Pasien Program Berobat Gratis Sumut Berkah, Mayoritas Jalani Rawat Inap

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 17:32:31 WIB
RSU Haji Medan mencatat 1.099 pasien telah dilayani dalam program Berobat Gratis Sumut Berkah, dengan mayoritas menjalani rawat inap.

MEDAN — Angka 1.099 pasien itu menjadi bukti awal efektivitas program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas yang digagas Gubernur Sumut Bobby Nasution. Dari total tersebut, 738 orang merupakan pasien rawat inap, 360 pasien rawat jalan, dan hanya satu pasien yang dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik Medan.

Hanya Satu dari 1.099 Pasien yang Dirujuk

Wakil Direktur Umum dan Pengembangan SDM RSU Haji Medan, Ridesman Nasution, mengatakan angka rujukan yang sangat kecil itu menunjukkan peningkatan kapasitas rumah sakit. "Dari 1.099 pasien, hanya satu orang saja yang kami rujuk ke RS Adam Malik," katanya dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu.

Menurut Ridesman, pihaknya terus memperkuat pelayanan dengan menambah tempat tidur dan fasilitas pendukung lainnya. RSU Haji Medan berkomitmen menjadi rumah sakit rujukan utama bagi warga Sumut yang membutuhkan layanan kesehatan langsung tanpa memandang status kepesertaan jaminan kesehatan.

Pasien Tanpa BPJS Aktif Tetap Dilayani, Kartu Bisa Dipakai dalam 3x24 Jam

RSU Haji Medan memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh pasien, baik yang memiliki BPJS Kesehatan mandiri, BPJS aktif, maupun yang tidak memiliki kepesertaan sama sekali. "Semuanya kita berikan pertolongan kesehatan sesuai standar. Bahkan kalau ada warga BPJS-nya tidak aktif, kita registrasikan. Kartunya sudah bisa digunakan tidak perlu menunggu 14 hari, tapi hanya 3 x 24 jam," papar Ridesman.

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini terkendala administrasi kepesertaan BPJS. Proses aktivasi ulang yang biasanya memakan waktu dua pekan kini dipangkas menjadi tiga hari.

Kinerja 2025: Layanan IGD Naik 34 Persen, Rawat Inap Tumbuh 20 Persen

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Perawatan RSU Haji Medan, Fitrady Ulianda Siregar, memaparkan data evaluasi kinerja rumah sakit sepanjang 2025. Tiga indikator utama menunjukkan tren positif: keterisian tempat tidur, lama rawatan, dan indeks kepuasan masyarakat.

Secara rinci, layanan rawat inap meningkat 20,42 persen, rawat jalan naik 18,20 persen, dan layanan IGD melonjak paling tinggi yakni 34,24 persen. "Data evaluasi kinerja ada tiga indikator yang bisa dilihat. Tahun 2025 keseluruhannya mengalami peningkatan," kata Fitrady.

Program UHC Prioritas sendiri merupakan inisiatif Pemprov Sumut untuk memperluas akses kesehatan gratis bagi seluruh warga, terutama mereka yang belum tercover jaminan kesehatan formal. RSU Haji Medan ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama program ini.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top