OnePlus Tutup Operasi di AS dan Eropa, Realme Hengkang dari China — Dampak ke Indonesia?

Penulis: Syafruddin Amir  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 00:02:01 WIB
OnePlus menghentikan operasi di AS dan Eropa sebagai bagian dari restrukturisasi induk perusahaan Oppo.

SUMATERA UTARA — Laporan terbaru dari Bloomberg mengonfirmasi bahwa OnePlus akan "mulai menghentikan operasi di AS dan Eropa" dalam pekan ini. Keputusan ini bukan lagi sekadar rumor — bobot Bloomberg sebagai sumber membuat langkah ini setara dengan pengumuman resmi, meski tanpa siaran pers langsung dari perusahaan.

Restrukturisasi ini merupakan bagian dari rencana besar induk perusahaan, Guangdong Oppo Mobile Telecommunications Corporation Ltd. Seorang sumber yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan detail rencana tersebut kepada Bloomberg.

OnePlus Hanya Bertahan di China, India Menyusul

OnePlus tidak hanya hengkang dari Amerika Serikat dan Eropa. Rencana penutupan akan diperluas ke India pada 2027. Setelah itu, satu-satunya pasar yang tersisa bagi OnePlus hanyalah China.

Di sisi lain, Realme — merek lain di bawah naungan Oppo — juga akan keluar dari pasar China. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Oppo sedang merapikan portofolio mereknya secara agresif.

Oppo dan Realme Dapat Porsi Pasar Baru

Alih-alih menghilang total, Oppo justru akan memperkuat posisinya di Eropa tengah. Sementara itu, Realme akan dialihkan untuk fokus memasuki kawasan Nordik.

Artinya, strategi Oppo bukan sekadar mematikan merek, melainkan mendistribusikan ulang peta pasar. Oppo menjadi andalan di Eropa tengah, Realme di Skandinavia, dan OnePlus hanya tersisa di China.

Apa Dampaknya ke Pengguna Indonesia?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi soal nasib OnePlus dan Realme di Indonesia. Namun, jika pola restrukturisasi global ini berlanjut, pengguna di Tanah Air perlu waspada terhadap potensi perlambatan pembaruan perangkat lunak dan layanan servis.

Bloomberg juga melaporkan bahwa OxygenOS dan Realme UI dikabarkan akan dihentikan. Ini berarti antarmuka khas OnePlus dan Realme bisa menyatu dengan ColorOS milik Oppo — atau hilang sama sekali.

Beberapa wilayah bahkan sudah mulai melihat OnePlus mendorong penggunanya untuk beralih ke produk Oppo. Tanda-tanda ini memperkuat spekulasi bahwa integrasi penuh sedang berlangsung.

Kesimpulan: Pengguna Harap Siapkan Cadangan

Bagi pembaca tech-savvy yang masih setia pada OnePlus atau Realme, kabar ini bukan berarti perangkat langsung mati total. Namun, dukungan jangka panjang — mulai dari pembaruan sistem hingga ketersediaan suku cadang — patut dipertanyakan.

Jika Anda sedang mempertimbangkan membeli OnePlus atau Realme baru, mungkin saatnya melihat opsi lain yang ekosistemnya lebih stabil di Indonesia. Oppo sendiri masih menjadi pilihan aman, mengingat perannya yang justru diperkuat dalam restrukturisasi ini.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top