LABUHAN BILIK — Jajaran Lapas Labuhan Bilik tak ingin keamanan hanya menjadi tanggung jawab satu seksi. Dipimpin langsung Kalapas Leonardo, seluruh petugas dari level staf hingga pengamanan serempak menyusuri setiap sudut blok hunian seusai apel pagi, Rabu (15/7/2026). Langkah ini merupakan respons langsung atas instruksi Kakanwil Ditjenpas Sumut yang menekankan pentingnya pengawasan kolektif di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Troling bersama ini dirancang sebagai langkah deteksi dini. Petugas tidak hanya memeriksa kelayakan fasilitas, tapi juga mengidentifikasi celah keamanan yang mungkin terlewat jika hanya mengandalkan satu lini pengawasan.
"Pengawasan tidak boleh hanya bertumpu pada satu lini. Keamanan Lapas adalah tanggung jawab kolektif. Dengan turun bersama setelah apel pagi, kita bisa memastikan setiap sudut UPT terpantau dengan baik," ujar Leo, sapaan akrab Kalapas.
Yang membuat giat ini berbeda, troling tersebut berjalan beriringan dengan program inovasi Kalapas bernama DENGGAN (Dialog Aspirasi, Edukasi, Nasihat, Gandeng, Gali Dukungan). Sambil memeriksa blok hunian, petugas menyempatkan diri berdialog dan menyerap aspirasi warga binaan. Mereka juga mengedukasi narapidana mengenai hak serta kewajiban selama menjalani masa pidana.
Pendekatan persuasif ini diharapkan mampu menggali dukungan dari dalam. Petugas memberikan nasihat agar warga binaan turut menjaga perilaku dan menciptakan lingkungan yang harmonis di dalam lapas.
Kombinasi antara instruksi preventif dari Kakanwil Ditjenpas Sumut dan program inovatif DENGGAN dinilai menjadi formula efektif. Langkah ini diyakini mampu mewujudkan Lapas Labuhan Bilik yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga bernuansa pembinaan positif bagi para warga binaan.