Bulog Sumut Sudah Serap 34.000 Ton Gabah Petani Jelang Panen Raya Agustus-September 2026, Target 70.000 Ton

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 16:31:31 WIB
Petugas Bulog Sumut menimbang gabah hasil serapan dari petani di salah satu gudang penyimpanan di Medan.

MEDAN — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara mencatat realisasi penyerapan gabah kering dari petani telah mencapai 34.000 ton hingga pertengahan tahun ini. Angka tersebut setara dengan 17.000 ton beras dari target pengadaan yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 70.000 ton gabah atau 35.000 ton setara beras sepanjang 2026.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Selasa, menyatakan keyakinannya bahwa realisasi akan terus bertambah seiring dimulainya masa panen raya di sejumlah daerah pada Agustus dan September mendatang.

Lima Kabupaten Jadi Andalan Serapan Gabah

Budi menyebutkan daerah pemasok utama gabah untuk Bulog Sumut meliputi Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Utara, dan Kabupaten Batu Bara. Wilayah-wilayah ini menjadi prioritas karena memiliki luas lahan panen yang signifikan pada semester kedua.

"Penyerapan gabah yang dilakukan hingga saat ini sudah sesuai dengan target yang ditetapkan," ujar Budi.

Harga Pembelian Pemerintah Rp 6.500 per Kilogram

Sebagai operator pemerintah di bidang pengelolaan pangan, Bulog bertugas menyerap gabah petani sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram. Harga ini menjadi acuan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus mengamankan pasokan nasional.

Untuk mengoptimalkan serapan, Bulog Sumut memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (gapoktan), pemerintah daerah, TNI, dan pemangku kepentingan lainnya di setiap kabupaten.

Cadangan Pangan untuk SPHP, Bansos, dan Bencana

Gabah yang telah diserap selanjutnya akan diproses menjadi cadangan pangan pemerintah. Stok beras ini dialokasikan untuk berbagai penugasan strategis, termasuk Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), penyaluran bantuan pangan, serta kebutuhan darurat penanganan bencana.

Budi optimistis tren serapan akan terus meningkat karena sebagian besar wilayah sentra produksi di Sumatera Utara baru akan memasuki masa panen pada Agustus dan September. Dengan koordinasi yang sudah terbangun, target 70.000 ton dinilai realistis tercapai.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top