SUMATERA UTARA — Withings ScanWatch 2 adalah jam tangan pintar hibrida yang menyasar pengguna yang menyukai estetika jam analog klasik namun tetap ingin memantau kesehatan. Dengan banderol harga mulai USD 369,95 (sekitar Rp 6,1 juta), jam ini bersaing langsung dengan Apple Watch Series 11 (mulai USD 399,99) dan Oura Ring 5 (mulai USD 399).
ScanWatch 2 tampil seperti jam tangan konvensional. Bagian atasnya adalah layar digital kecil untuk menampilkan data kesehatan dan notifikasi, sementara dial bawah berfungsi sebagai indikator progres aktivitas harian, misalnya target 10.000 langkah. Materialnya menggunakan kaca safir, bodi baja tahan karat, dan tali FKM (fluoroelastomer) yang tahan air untuk berenang.
Namun, desain ini membuat jam terasa besar dan berat saat dipakai. Dalam pengujian, jam ini kerap menekan pergelangan tangan saat tidur, terutama jika pengguna tidur dengan posisi tangan kiri di bawah bantal. Pada malam yang panas, jam juga terasa gerah sehingga harus dilepas sekitar pukul 3 pagi. Sebagai perbandingan, Fitbit Inspire lebih ramping, dan Oura Ring 5 hampir tidak terasa saat dipakai tidur.
ScanWatch 2 melacak durasi tidur, tahapan tidur (ringan, dalam, REM), detak jantung, dan HRV (heart rate variability). Data yang dihasilkan dibandingkan dengan headband Muse S Athena menunjukkan hasil yang cukup akurat, terutama untuk detak jantung dan waktu tidur secara umum.
Namun, jam ini cenderung melewatkan gangguan tidur singkat. Dalam satu catatan pengujian, Muse S Athena mencatat terbangun pukul 05.17 pagi, sementara ScanWatch 2 tidak mencatatnya. Jam juga bisa salah mengartikan momen diam sebagai tidur—seperti saat pengguna merebahkan diri sambil scrolling ponsel, yang tercatat sebagai "tidur siang" pukul 07.40 pagi.
Untuk akurasi data tidur yang lebih tinggi, Withings sendiri punya produk lain: Sleep Mat (USD 199,95). Alas tidur ini lebih akurat dalam mendeteksi waktu tidur aktif, meski sesekali salah mengartikan "membaca di tempat tidur" sebagai "terjaga".
Tanpa berlangganan, ScanWatch 2 sudah bisa melacak langkah, detak jantung, SpO2, suhu tubuh, dan siklus menstruasi. Semua data ditampilkan dalam aplikasi Withings yang mudah dipahami, lengkap dengan grafik dan laporan PDF yang bisa dibagikan ke dokter.
Fitur unggulan lainnya adalah aplikasi "Breathe" yang memandu latihan pernapasan. Dalam pengujian, fitur ini terbukti membantu menenangkan diri sebelum tidur atau saat stres di tengah malam.
Namun, untuk mendapatkan analisis mendalam dan saran personal—seperti skor peningkatan kesehatan atau rekomendasi tidur—pengguna harus berlangganan Withings+ seharga USD 9,95 per bulan (sekitar Rp 164 ribu). Ini menjadi kekurangan jika dibandingkan dengan Apple Watch yang memberikan analisis tidur gratis.
Withings mengklaim baterai ScanWatch 2 bertahan hingga 35 hari. Dalam pengujian, klaim ini akurat: jam hanya diisi dua kali dalam periode 10 April hingga 3 Juli. Pengisian daya dari 15 persen ke 90 persen hanya memakan waktu satu jam. Sayangnya, pengisian menggunakan kabel non-standar seharga USD 24,95 yang mudah hilang jika tidak disimpan rapi.
Navigasi menu menggunakan crown (tombol putar) di bezel memang butuh adaptasi. Setelah terbiasa dengan urutan menu, pengguna bisa bergerak lebih cepat, tapi tetap tidak senyaman layar sentuh penuh pada Apple Watch atau Garmin.
Beli ScanWatch 2 jika Anda menginginkan jam tangan yang tampil klasik, baterai tahan lama, dan data kesehatan yang cukup lengkap tanpa perlu sering charge. Jam ini juga cocok untuk pengguna yang tidak suka gangguan notifikasi dari smartwatch layar penuh.
Jangan beli jika prioritas utama Anda adalah data tidur paling akurat—Withings Sleep Mat atau Oura Ring 5 lebih unggul di sini. Juga hindari jika Anda menginginkan analisis kesehatan personal tanpa biaya tambahan, karena fitur tersebut terkunci di balik langganan Withings+.