Di jalur perdagangan Selat Malaka, Sumatera Utara tumbuh menjadi persimpangan budaya yang meninggalkan bukti fisik hingga hari ini. Bukan cuma Danau Toba dan kuliner khas, provinsi ini punya deretan situs sejarah yang ceritanya nyaris terlupakan. Dari candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya hingga benteng peninggalan Perang Dunia II, semuanya masih bisa kamu datangi langsung.
Artikel ini cocok buat warga Medan yang mencari alternatif wisata akhir pekan, atau perantau yang ingin mengenal lebih dalam tanah kelahirannya. Kami sudah merangkum tujuh lokasi, lengkap dengan informasi praktis biar perjalananmu mulus.
Candi Bahal terletak di Desa Bahal, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara. Kompleks candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dari abad ke-11 Masehi, menjadikannya salah satu situs Buddha tertua di Sumatera Utara.
Ada tiga candi utama: Candi Bahal I, II, dan III. Strukturnya terbuat dari bata merah tanpa perekat, mirip teknik pembangunan Candi Muaro Jambi. Tiket masuknya Rp5.000 per orang. Dari Kota Medan, perjalanan darat memakan waktu sekitar 6–7 jam via Padang Sidempuan. Akses jalan sudah beraspal, tapi sebagian ruas sempit.
Istana Maimun dibangun pada tahun 1888 oleh Sultan Deli ke-9, Sultan Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Arsitekturnya memadukan gaya Melayu, Islam, India, dan Spanyol. Bangunan ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan museum terbuka untuk umum.
Lokasinya di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun. Tiket masuk Rp10.000 untuk dewasa, Rp5.000 untuk anak-anak. Jam buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB. Pengunjung bisa melihat singgasana, senjata pusaka, dan foto-foto keluarga kesultanan.
Benteng Putri Hijau berada di Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai. Situs ini merupakan peninggalan Kerajaan Aru yang berkuasa pada abad ke-13 hingga ke-16. Namanya diambil dari legenda Putri Hijau, tokoh yang diyakini sebagai putri kerajaan.
Yang tersisa kini adalah fondasi benteng dan parit pertahanan. Tidak ada tiket resmi, cukup membayar parkir sukarela Rp2.000–Rp5.000. Dari Medan, jaraknya sekitar 40 kilometer atau 1 jam perjalanan. Medan menuju lokasi sudah cor, tapi jalur terakhir berupa tanah padat.
Tugu 0 Kilometer Indonesia terletak di Pulau Weh, Sabang, Aceh. Namun, kaitannya dengan Sumatera Utara sangat erat karena menjadi simbol awal jalur perdagangan rempah yang melalui pelabuhan Belawan. Tugu ini sebenarnya berada di luar provinsi, tapi sering masuk paket wisata sejarah Sumatera Utara karena rute perjalanan yang terintegrasi.
Bagi yang ingin melanjutkan perjalanan dari Medan, tersedia kapal feri reguler dari Pelabuhan Belawan ke Sabang. Tiket kapal kelas ekonomi sekitar Rp120.000 per orang. Perjalanan memakan waktu 8–10 jam. Sampai di Sabang, tugu ini gratis dikunjungi 24 jam.
Museum Negeri Sumatera Utara beralamat di Jalan H.M. Joni No. 51, Medan. Dibuka pada tahun 1982, museum ini menyimpan lebih dari 6.000 koleksi, mulai dari arca Hindu-Buddha, naskah kuno, hingga replika rumah adat Batak Toba, Karo, dan Mandailing.
Tiket masuk Rp5.000 untuk dewasa, Rp2.000 untuk pelajar. Jam buka Selasa–Minggu pukul 08.00–16.00 WIB, tutup hari Senin dan hari libur nasional. Salah satu koleksi paling menarik adalah patung perunggu Buddha berusia 1.000 tahun yang ditemukan di Padang Lawas.
Makam Raja Sidabutar terletak di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Raja Sidabutar adalah raja pertama yang memeluk agama Kristen di wilayah Batak Toba pada abad ke-19. Makam ini dihiasi ukiran batu khas Batak dengan motif gorga.
Lokasinya berada di kawasan wisata Tomok, Pulau Samosir. Tiket masuk ke area makam sudah termasuk tiket kawasan Tomok sebesar Rp10.000 per orang. Dari Medan, naik kapal feri dari Pelabuhan Ajibata ke Tomok memakan waktu 45 menit dengan biaya Rp15.000 per orang. Makam ini buka setiap hari pukul 08.00–18.00 WIB.
Rumah Bolon adalah rumah adat Simalungun yang kini dijadikan museum di Jalan Asahan, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Bangunannya berbentuk panggung dengan tinggi 1,5 meter dari tanah, menggunakan kayu jati dan atap ijuk. Dulunya, rumah ini ditempati oleh raja-raja Simalungun.
Tiket masuk Rp7.000 per orang. Jam buka setiap hari pukul 09.00–17.00 WIB. Dari Medan, jaraknya sekitar 130 kilometer atau 3 jam perjalanan. Di dalam rumah, terdapat koleksi alat musik tradisional, senjata, dan pakaian adat Simalungun yang masih terawat.
1. Apa objek wisata sejarah paling tua di Sumatera Utara?
Candi Bahal di Padang Lawas Utara merupakan situs tertua, diperkirakan dibangun pada abad ke-11 Masehi pada masa Kerajaan Sriwijaya.
2. Berapa biaya masuk ke Istana Maimun?
Tiket masuk Istana Maimun Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak. Jam buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB.
3. Apakah semua lokasi bisa diakses dengan kendaraan pribadi dari Medan?
Ya, semua lokasi bisa diakses dengan kendaraan pribadi. Candi Bahal dan Rumah Bolon memerlukan perjalanan 3–7 jam, sementara Istana Maimun dan Museum Negeri hanya 15–30 menit dari pusat kota Medan.
4. Kapan waktu terbaik mengunjungi wisata sejarah di Sumatera Utara?
Waktu terbaik adalah antara Maret hingga September saat musim kemarau. Hindari November–Januari karena curah hujan tinggi dan beberapa akses jalan licin.
5. Apakah ada paket tur yang menggabungkan beberapa lokasi?
Beberapa biro perjalanan lokal seperti Silalahi Tour dan Danau Toba Tour menawarkan paket 2–3 hari yang mencakup Istana Maimun, Museum Negeri, dan Makam Raja Sidabutar. Harga mulai Rp500.000 per orang sudah termasuk transportasi dan tiket masuk.
Sumatera Utara bukan cuma tentang pemandangan alam. Jejak sejarahnya tersebar dari pesisir timur hingga dataran tinggi Toba, masing-masing menyimpan cerita yang menunggu untuk digali. Pilih satu lokasi yang paling dekat dengan rute perjalananmu, atau luangkan waktu lebih untuk menjelajahi semuanya dalam satu perjalanan panjang.