Bobby Nasution menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar janji politik, melainkan kewajiban pemerintah memberikan pelayanan terbaik kepada warga. Hal itu disampaikannya usai menghadiri pengajian dan silaturahmi Ikatan Keluarga Dolok Sipiongot dan Sekitarnya (IKDS) di Medan, Ahad.
Data Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut menyebutkan tiga ruas jalan yang akan dibangun meliputi Hutaimbaru–Sipiongot sepanjang 11 kilometer, Sipiongot–Labuhanbatu sepanjang 16 kilometer, dan Sipiongot–Batas Tapanuli Selatan (Tolang) sepanjang 12 kilometer. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp230 miliar.
"Kebutuhannya minimal 40 persen dari total kerusakan jalan harus diselesaikan secara tuntas dalam satu anggaran dan harus ada jalur alternatif pengerjaan agar kualitasnya terjaga," ucap Bobby.
Bobby Nasution membagikan pengalamannya saat pertama kali meninjau kondisi jalan di Sipiongot. Ia harus menempuh perjalanan hingga pukul dua dini hari melalui jalan rusak di tengah hutan untuk mencapai suatu desa terpencil.
"Melihat kondisi masyarakat langsung di lapangan membuat saya meneteskan air mata. Sejak itu saya bertekad selama masa jabatan saya, saya berjanji pembangunan ini harus ditepati karena dampaknya dirasakan selamanya oleh masyarakat," kata Bobby.
Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, Pemprov Sumut meningkatkan anggaran Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi menjadi Rp1,9 triliun tahun ini. Sebelumnya, anggaran untuk jalan dan sungai hanya sekitar Rp500 miliar.
"Jika tahun sebelumnya anggaran jalan dan sungai sekitar Rp500 miliar, maka tahun ini dialokasikan sebesar Rp1,9 triliun khusus pembangunan jalan," ucap Bobby.
Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga yang juga penasihat IKDS mengatakan pembangunan infrastruktur ini menjadi titik balik bagi Sipiongot. Selama 81 tahun, daerah tersebut belum merasakan pembangunan jalan secara menyeluruh.
"Selama 12 tahun saya di DPRD terus mengawal persoalan ini. Dulu dibangun sedikit demi sedikit, dua kilometer, lima kilometer, tetapi tidak pernah tuntas," ucap Ihwan.
Ia mengapresiasi perhatian Pemprov Sumut karena catatan para tokoh masyarakat menyebut belum pernah menikmati pembangunan menyeluruh sejak Indonesia merdeka. "Sudah 81 tahun Indonesia merdeka, baru di bawah kepemimpinan Pak Gubernur Bobby Nasution daerah kami tersentuh pembangunan secara total," paparnya.