DELI SERDANG — Bobby Nasution mengibaratkan penyelenggaraan MTQ selama sepuluh hari sebagai proses latihan untuk memperdalam pemahaman terhadap Alquran. Sama seperti Ramadan yang melatih umat selama sebulan, MTQ diharapkan membekali peserta untuk mengamalkan nilai-nilai kitab suci pada sebelas bulan berikutnya.
"Ini seperti training, seperti Ramadan. Kita dilatih selama sebulan untuk menjalani 11 bulan sisanya dengan lebih baik," ucap Bobby saat menutup MTQ ke-40 di Astaka Dispora Sumut, Deli Serdang, Rabu (24/6).
Menurutnya, kompetisi ini adalah proses pembinaan yang melatih peserta untuk terus mengamalkan nilai-nilai Alquran setelah kegiatan berakhir. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap Alquran harus menjadi pegangan hidup sehari-hari, bukan hanya saat berlomba.
Pada MTQ ke-40 Provinsi Sumut, Kota Medan berhasil meraih gelar juara umum. Posisi kedua ditempati Kabupaten Langkat, dan posisi ketiga diraih Kabupaten Deli Serdang.
Bobby Nasution turut memberikan hadiah tambahan berupa paket umrah kepada kafilah terbaik. Hadiah ini di luar dari penghargaan utama yang sudah disediakan panitia.
Bobby berharap para kafilah terbaik Sumut dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. Ia menilai Sumut selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi yang banyak melahirkan qari dan qariah berprestasi di Indonesia.
“Terus kita tingkatkan dan terus berjuang untuk mengharumkan nama Sumut di level nasional dan internasional. Itu akan menjadi inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya dan mudah-mudahan membawa keberkahan bagi provinsi kita,” katanya.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas spiritual masyarakat. Menurutnya, pembinaan keagamaan berperan penting dalam membentuk karakter sekaligus mendorong lahirnya prestasi.
“Kita sebagai pemerintah perlu mendorong dan mendukung kegiatan-kegiatan peningkatan spiritual yang akan memperkuat karakter keislaman masyarakat dan tentunya meningkatkan prestasi,” ujarnya.