Bupati Tapanuli Utara Jonius Pesan Furnitur Perdana ke 16 Peserta BLK Silangkitang, Dorong Wirausaha Mandiri

Penulis: Mukhtar Latif  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 23:08:57 WIB
Bupati Tapanuli Utara Jonius menyerahkan pesanan furnitur perdana kepada 16 peserta pelatihan BLK Silangkitang.

TAPANULI UTARA — Pelatihan keterampilan furnitur di BLK Silangkitang tidak berhenti pada sertifikat. Bupati Jonius memastikan para peserta langsung mendapat proyek perdana sebagai modal pengalaman dan penghasilan. Langkah ini sekaligus memutus rantai pencari kerja yang hanya mengandalkan lowongan formal di sektor industri.

Pesanan Perdana dari Pemkab untuk 16 Peserta

Dalam kunjungannya ke BLK Silangkitang, Bupati Jonius memberikan order pekerjaan pertama kepada kelompok peserta. “Jangan sia-siakan kesempatan ini. Serap ilmu sebanyak-banyaknya,” ujarnya, Kamis (25/6). Menurutnya, keterampilan teknis yang dikuasai selama 40 hari harus langsung dipraktikkan di pasar nyata.

Program Cabinet Making ini diikuti warga Tapanuli Utara berusia minimal 18 tahun. Mereka dibekali teknik pembuatan furnitur dari dasar hingga siap produksi. Pemerintah daerah menilai sektor ini potensial karena permintaan pasar lokal terhadap mebel kayu masih tinggi.

BLK Silangkitang sebagai Pusat Cetak Tenaga Terampil

BLK Silangkitang di Kecamatan Sipoholon menjadi salah satu lokasi strategis pelatihan vokasi di Sumatera Utara. Kementerian Ketenagakerjaan menggandeng pemkab untuk menyelenggarakan program berbasis keterampilan yang langsung terhubung dengan kebutuhan industri dan UMKM.

Bupati Jonius mengapresiasi sinergi ini. “Pelatihan keterampilan memiliki peran penting dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat serta membuka peluang usaha baru,” sebutnya. Harapannya, setiap peserta tidak lagi bergantung pada lowongan pekerjaan orang lain.

Mengapa Wirausaha Furnitur Jadi Prioritas?

Sektor furnitur di Tapanuli Utara selama ini didominasi pengrajin tradisional. Dengan adanya pelatihan standar industri, peserta diharapkan mampu bersaing dari segi kualitas dan desain. Pemkab melihat celah pasar yang masih terbuka lebar, terutama untuk produk rumah tangga dan kantor pemerintahan.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap program ini memperkuat perekonomian lokal. Tenaga kerja terampil yang lahir dari BLK Silangkitang bisa menjadi pemasok tetap kebutuhan furnitur di wilayah Tapanuli dan sekitarnya.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Peserta?

Setelah pelatihan selesai, peserta tidak dilepas begitu saja. Pemkab berencana memfasilitasi akses permodalan dan pemasaran bagi lulusan yang ingin membangun usaha. BLK juga akan memonitor perkembangan peserta sebagai bagian dari evaluasi program.

Dengan adanya pesanan perdana dari Bupati, para peserta mendapat pengalaman langsung mengerjakan proyek riil. Ini menjadi bekal berharga sebelum mereka benar-benar mandiri sebagai wirausaha furnitur.

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top