207 Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar Diwisuda, PGSD Dominasi dengan 100 Lulusan

Penulis: Mukhtar Latif  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:15:31 WIB
mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar resmi diwisuda pada tahun ini.

PEMATANGSIANTAR — Dominasi lulusan PGSD dalam wisuda kali ini mencerminkan tingginya minat calon guru Sekolah Dasar di Kota Pematangsiantar dan sekitarnya. Dari total 207 mahasiswa yang diwisuda, hampir separuhnya berasal dari satu program studi tersebut.

Mengapa PGSD Mendominasi?

Rektor UHKBPNP, Muktar Panjaitan, menyebut bahwa kampus terus berupaya menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Salah satu program studi yang paling banyak peminatnya adalah PGSD, sejalan dengan kebutuhan tenaga pendidik di tingkat dasar yang masih tinggi di Sumatera Utara.

“Wisuda hari ini adalah bukti nyata komitmen Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar dalam menjaga amanah dan kepercayaan yang telah Bapak dan Ibu titipkan kepada kami beberapa tahun yang lalu,” ujar Muktar dalam sambutannya.

Kurikulum OBE dan Program Kampus Berdampak

Muktar menambahkan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut menghasilkan lulusan yang berkualitas dan adaptif terhadap perubahan zaman. UHKBPNP telah mengimplementasikan kurikulum Outcome Based Education (OBE) serta mendukung Program Kampus Berdampak dari pemerintah.

“Dengan fasilitas yang terus kami perbarui, dosen-dosen yang kompeten, serta kurikulum yang adaptif, kami siap kembali bermitra dengan para orang tua untuk membentuk generasi berikutnya yang unggul, berkarakter, dan berdampak bagi bangsa,” kata Muktar.

Pro Deo et Patria: Karakter Lulusan

Prosesi wisuda tahun ini mengusung tema “UHKBPNP Membangun Generasi Tangguh, Berkarakter, dan Berdampak”. Muktar menegaskan bahwa kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga wadah pembentukan karakter mahasiswa yang berlandaskan nilai Pro Deo et Patria atau “Untuk Tuhan dan Ibu Pertiwi”.

Peningkatan fasilitas, penguatan kompetensi dosen, dan pengembangan kurikulum disebut sebagai langkah konkret universitas dalam menjaga amanah orang tua selama proses pendidikan berlangsung.

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: sinata.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top