MEDAN — Kunjungan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas ke Markas Kodam I Bukit Barisan, Senin, bukan sekadar silaturahmi biasa. Di hadapan Pangdam Mayjen TNI Hendy Antariksa, Rico memaparkan tiga program prioritas yang membutuhkan dukungan penuh TNI: Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Sekolah Rakyat, dan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
"Komunikasi dan kolaborasi yang kuat sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangunan serta menjaga stabilitas keamanan di Kota Medan," ujar Rico dalam keterangan resmi yang diterima di Medan.
Rico menjelaskan, ketiga program tersebut merupakan bagian dari agenda strategis nasional yang dititipkan ke daerah. Menurutnya, efek berganda atau multiplier effect dari proyek-proyek ini akan sangat besar bagi masyarakat Medan. Oleh karena itu, ia meminta arahan dan dukungan Pangdam agar pembangunan bisa berjalan optimal tanpa hambatan keamanan.
"Kami ingin terus merajut kekompakan dan sinergi yang selama ini sudah terbangun dengan baik. Karena itu kami memohon arahan dan dukungan dari Pangdam agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal," tambah Rico.
Selain tiga program utama, Pemkot Medan juga tengah menggalakkan percepatan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT). Proyek transportasi massal ini direncanakan menghubungkan Kota Medan dengan Kota Binjai dan Kabupaten Deli Serdang. Sinergi dengan Kodam I/BB dinilai penting untuk menjaga kondusivitas selama proses pembangunan infrastruktur tersebut.
Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa menyambut baik iktikad Wali Kota. Ia menegaskan pihaknya bakal terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah kota dalam mendukung pembangunan serta menjaga stabilitas wilayah.
Penguatan koordinasi ini tidak lepas dari posisi Medan yang menjadi pusat berbagai program percontohan nasional. Dengan melibatkan Kodam I/BB, Pemkot Medan ingin memastikan distribusi bantuan MBG tepat sasaran, pembangunan Sekolah Rakyat berjalan aman, serta proyek PSEL yang kerap menuai resistensi warga bisa dikomunikasikan dengan lebih baik. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa stabilitas keamanan adalah prasyarat utama agar proyek strategis tidak tersendat.