MEDAN — Fraksi Partai NasDem (FPNasDem) DPRD Kota Medan mendesak agar Pemkot Medan lebih serius menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menutup kebocoran anggaran di berbagai sektor. Pandangan itu disampaikan dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen dan dihadiri Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap.
Dalam pemandangan umum yang dibacakan Dr. Faisal Arbi, FPNasDem menilai kebutuhan pembiayaan pembangunan Kota Medan akan terus meningkat. Jumlah penduduk yang telah melampaui dua juta jiwa menuntut pelayanan publik yang lebih luas dan berkualitas.
“Jika kita tidak dapat menggali potensi-potensi baru guna menambah pendapatan atau tidak dapat melakukan efisiensi serta menutup kebocoran di berbagai sektor, maka tujuan pembangunan untuk menyejahterakan masyarakat akan sulit tercapai,” ujar Faisal Arbi dalam sidang.
FPNasDem mengapresiasi penjelasan kepala daerah atas Ranperda LPj APBD 2025. Namun, mereka menekankan agar pembangunan kota terus diarahkan pada program prioritas yang berkelanjutan. Tiga sektor utama yang menjadi perhatian adalah infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
“Prioritas pembangunan kota yang ditetapkan diharapkan mampu secara bertahap dan berkesinambungan mengatasi persoalan dasar pembangunan, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” kata Faisal.
Fraksi NasDem berharap, setelah Ranperda LPj APBD 2025 disahkan, Pemkot Medan dapat lebih maksimal menggali sumber-sumber pendapatan. Tidak hanya dari PAD, tetapi juga dari dana perimbangan dan sumber pendapatan sah lainnya. Peningkatan pendapatan ini harus dibarengi dengan pengawasan penggunaan anggaran yang ketat.
Pemandangan umum fraksi ini akan dijawab oleh Pemko Medan dalam rapat paripurna lanjutan sesuai agenda pembahasan Ranperda LPj APBD 2025. Rapat paripurna yang digelar di Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, itu menjadi ajang evaluasi kinerja keuangan daerah selama setahun terakhir.