SUMATERA UTARA — Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, menyatakan data kerusakan masih bersifat sementara. Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan di lapangan. "Data ini masih bersifat sementara, karena Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan," katanya di Parigi, Selasa (16/6).
Kerusakan rumah warga tersebar di empat desa. Di Desa Torue, Kecamatan Parigi Selatan, empat rumah rusak dengan empat kepala keluarga (KK) terdampak. Satu rumah di Desa Tolai juga dilaporkan rusak, berdampak pada satu KK dan seorang lansia.
Kerusakan terbanyak terjadi di Desa Torue, Kecamatan Torue. Sebanyak sembilan rumah mengalami kerusakan, mempengaruhi 15 KK atau 36 jiwa. Sementara itu, satu rumah di Desa Sausu Trans, Kecamatan Sausu, juga dilaporkan rusak dengan satu KK terdampak.
Moh Rivai menegaskan pihaknya terus memperbarui informasi kepada masyarakat terkait penanganan pascagempa. “Belum ada laporan korban jiwa, termasuk kerusakan fasilitas umum dari peristiwa itu. Kami terus melakukan pembaruan informasi kepada masyarakat, terkait penanganan pascagempa,” ujarnya.
Guncangan gempa juga berdampak pada fasilitas kesehatan dan pendidikan. Plt Kepala Rumah Sakit (RS) Anuntaloko, Irwan, mengatakan sebagian besar pasien yang sempat dievakuasi ke luar ruangan kini sudah dipindahkan kembali ke ruang rawat inap. Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga telah berjalan normal di dalam ruangan.
"Sempat pasien dievakuasi ke luar ruangan, sekarang sebagian besar sudah kami kembalikan ke ruang perawatan. Meski begitu kami tetap bersiaga, khawatir terjadi gempa susulan," ucap Irwan. Pihak RS juga tengah memeriksa kondisi bangunan dan peralatan medis untuk memastikan keamanan.
Di lingkungan Universitas Tadulako (Untad) Palu, kerusakan terjadi pada sejumlah gedung yang sebelumnya telah direhabilitasi dan direkonstruksi pascabencana gempa, tsunami, dan likuefaksi 2018. Rektor Untad, Prof Amar, melaporkan tidak ada korban jiwa di lingkungan kampus.
Kerusakan berupa retakan dinding, material pelapis bangunan yang terlepas, plafon roboh, hingga kaca pecah. Gedung Rektorat yang baru direkonstruksi mengalami retakan dan material dinding terkelupas. Auditorium Untad juga mengalami kerusakan pada plafon dan fasilitas videotron. Sementara itu, RS Untad dan Fakultas Teknik melaporkan retakan pada bagian non-struktural dan plafon yang roboh.
"Asesmen teknis segera dilakukan menyeluruh, guna memastikan tingkat keamanan seluruh bangunan kampus," ucap Rektor Amar. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan otoritas berwenang terus memperbarui informasi perkembangan pascagempa kepada masyarakat.