SUMATERA UTARA — Christiany, yang akrab disapa CEP, menyoroti kesenjangan infrastruktur kelistrikan di wilayah Suluttenggo. Menurutnya, karakteristik geografis yang terdiri dari kepulauan, pegunungan, dan permukiman tersebar membuat pembangunan jaringan distribusi listrik menjadi tantangan tersendiri.
“Ketersediaan listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga menyangkut kesejahteraan, pendidikan, dan kemajuan ekonomi masyarakat,” ujar CEP dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi.
Ia menegaskan, akses energi kini telah menjadi kebutuhan dasar yang tidak terpisahkan dari kehidupan modern. Tanpa listrik yang memadai, sektor pendidikan terganggu, pelayanan kesehatan terhambat, dan usaha mikro sulit berkembang.
Dalam pertemuan yang berlangsung konstruktif itu, CEP meminta PLN untuk menyusun strategi khusus dalam menjangkau kawasan 3T. Peningkatan kapasitas jaringan, pemeliharaan infrastruktur, dan percepatan pembangunan fasilitas kelistrikan harus dilakukan secara konsisten.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, dan PLN. Menurutnya, pemerataan akses energi menjadi salah satu indikator utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan di Indonesia.
“Masyarakat berhak mendapatkan layanan listrik yang andal, berkualitas, dan berkelanjutan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyambut baik masukan dari DPR. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan para pemangku kepentingan menjadi faktor kunci dalam mendukung percepatan pemerataan akses listrik.
Informasi dan aspirasi yang terkumpul dalam pertemuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pelayanan publik di sektor energi. Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan komitmen DPR dalam mengawal kinerja BUMN agar terus meningkatkan kualitas layanan.
Keberhasilan pembangunan sektor kelistrikan, menurut CEP, tidak hanya diukur dari bertambahnya infrastruktur. Melainkan dari sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh warga di pelosok dan kawasan 3T. Dengan pengawasan berkelanjutan, diharapkan pemerataan listrik di Suluttenggo dapat menjadi fondasi bagi penguatan daya saing daerah dan percepatan ekonomi inklusif di kawasan timur Indonesia.