MEDAN — Di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan serta para tokoh dan pengurus Aisyiyah, Rico Waas mengaku kagum dengan soliditas organisasi perempuan tersebut. Kekaguman itu bukan tanpa alasan. Aisyiyah, menurutnya, berhasil membuktikan diri sebagai organisasi yang mandiri dan kuat.
Bukti nyata dari kemandirian itu adalah kemampuan Aisyiyah membeli tanah secara kolektif senilai Rp 1,7 miliar. Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan Gedung Dakwah.
"Alhamdulillah, Aisyiyah ini adalah organisasi paling mandiri yang saya lihat di Kota Medan," ujar Rico Waas dalam sambutannya.
Menurut Rico Waas, di era modern saat ini, sebuah organisasi atau komunitas akan memiliki posisi yang kuat dan dihormati jika mampu berdikari—berdiri di atas kaki sendiri. Kemandirian Aisyiyah disebutnya menjadi contoh positif bagi organisasi lain.
Kekuatan basis massa Aisyiyah di Medan dinilai sangat solid. Organisasi ini tercatat memiliki 30 cabang yang tersebar di 21 kecamatan se-Kota Medan.
"Saya melihat Aisyiyah memiliki kapasitas manajerial dan kepemimpinan yang luar biasa jika diberi ruang. Gerakan dakwah dan sosial tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya determinasi, kedisiplinan, dan ketulusan dari kaum perempuan," imbuh Rico Waas.
Perayaan Milad ke-109 Aisyiyah yang dirangkaikan dengan Gebyar Muktamar Muhammadiyah bukan sekadar seremoni. Di balik kemeriahannya, terselip pesan kuat tentang kemandirian, kekuatan, serta pergerakan perempuan yang tak terbendung.
Rico Waas menegaskan bahwa pihaknya akan selalu siap bersinergi dengan Aisyiyah. Di akhir sambutannya, ia mengucapkan selamat milad ke-109 untuk organisasi perempuan tertua di Indonesia itu.
"Kami berharap Aisyiyah bisa semakin maju dan sukses. Dan kami akan selalu siap bersinergi," harapnya.