Pasca-Gempa M 6,7 Guncang Parigi Moutong, Gubernur Sulteng Anwar Hafid Minta Warga Tak Panik dan Cek Informasi Resmi

Penulis: Syafruddin Amir  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 17:39:01 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengimbau warga Parigi Moutong untuk tetap tenang pasca-gempa magnitudo 6,7.

SUMATERA UTARA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6) memicu respons cepat dari pemerintah provinsi. Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid langsung mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan.

Prioritas Penanganan Korban dan Posko Pengungsian

Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Anwar menyampaikan bahwa dirinya saat ini masih berada di Jakarta untuk menjalankan tugas pemerintahan. Meski demikian, ia mengaku terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan tim tanggap darurat di daerah.

"Saya terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan jajaran tim cepat tanggap darurat di daerah, termasuk bersama para kepala daerah," ujar Anwar dalam pernyataannya.

Anwar menegaskan prioritas utama saat ini adalah penanganan korban luka, penyediaan tempat pengungsian sementara, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Ia menginstruksikan sejumlah kepala daerah, khususnya Wali Kota Palu, Bupati Donggala, Bupati Parigi Moutong, dan Bupati Poso, untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan darurat.

Imbauan Waspada terhadap Informasi Hoaks

"Kalau ada korban luka-luka dan sebagainya, itu yang harus lebih dulu ditangani. Kemudian dibuatkan posko sebagai tempat penampungan sementara dan segera didirikan dapur umum agar masyarakat bisa merasa lebih tenang," kata Anwar.

Gubernur juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta warga untuk hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tetap waspada, namun tidak terpancing kepanikan.

Pemantauan dari Jakarta dan Rencana Kembali ke Sulteng

Anwar mengungkapkan bahwa gempa susulan masih terjadi hingga saat ini. Ia memastikan akan segera kembali ke Sulawesi Tengah pada malam harinya untuk meninjau langsung lokasi terdampak.

"Insya Allah malam ini saya kembali ke Sulawesi Tengah dan langsung meninjau kondisi di lokasi terdampak. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari pemerintah, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih terus memantau aktivitas gempa susulan di wilayah tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak berlindung di bawah bangunan yang retak akibat guncangan utama dan segera menjauhi pantai jika merasakan guncangan kuat yang berpotensi tsunami.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top