MEDAN — Revitalisasi RSUD Dr. Pirngadi, rumah sakit daerah tertua di Sumatera Utara, memasuki babak persiapan yang lebih intensif. Wakil Wali Kota Medan Zakyuddin mengungkapkan pihaknya telah menggelar rapat dengan pemerintah pusat untuk mematangkan segala kebutuhan pembangunan.
“Kami baru saja rapat dengan Pemerintah Pusat dalam rangka persiapan pembangunan RSUD Pirngadi Medan,” ujar Zakyuddin di Medan, Senin.
Zakyuddin mengatakan revitalisasi rumah sakit yang berlokasi di Jalan Prof. H.M. Yamin tersebut akan mendapat sokongan dana dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Meski belum merinci besaran anggaran, ia menekankan Pemkot Medan tidak boleh pasif.
“Saya menginstruksikan jajaran jangan hanya menunggu bola, namun harus aktif menjemput bola, ini harus dipercepat,” kata dia.
Instruksi itu mencakup penyiapan dokumen perencanaan, analisis dampak lingkungan, serta kesiapan lahan dan relokasi jika diperlukan. Semua harus rampung sebelum anggaran resmi turun.
Wawali menegaskan bahwa percepatan ini bukan tanpa alasan. Begitu anggaran dari pusat cair, Pemkot Medan harus langsung bergerak tanpa melalui proses birokrasi yang berbelit.
“Begitu anggaran turun, kita harus sudah siap eksekusi,” sebutnya.
Proyek revitalisasi direncanakan berlangsung secara multiyears — artinya pembiayaan dan pengerjaan akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun anggaran. Target awal konstruksi fisik dijadwalkan pada 2027.
Revitalisasi ini merupakan komitmen Pemkot Medan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih modern bagi warga. RSUD Pirngadi selama ini menjadi salah satu rujukan utama di Sumatera Utara, namun sejumlah fasilitasnya dinilai sudah tidak memadai.
“Pembangunan nanti bersifat multiyears, mudah-mudahan berjalan lancar dan tepat waktu, sehingga masyarakat secepatnya dapat langsung merasakan manfaatnya,” ujar Zakyuddin.
Belum ada rincian teknis mengenai jumlah lantai, kapasitas tempat tidur, atau jenis layanan baru yang akan ditambahkan. Pemkot Medan masih menunggu finalisasi desain dari konsultan perencana yang ditunjuk.