Harga Honda Daelim Citi 100 Bekas di BBQ Ride Bandung Tembus Rp 27 Juta, Setara Skutik Baru

Penulis: Hamzah Effendi  •  Senin, 15 Juni 2026 | 11:13:01 WIB
Honda Daelim Citi 100 ungu dihargai Rp 27 juta di bursa motor bekas BBQ Ride Bandung.

SUMATERA UTARA — BBQ Ride Bandung, ajang kumpul penggemar otomotif yang digelar di Kota Kembang, tidak hanya menyajikan deretan motor kustom. Di area bursa jual-beli, justru motor bebek lawas yang menjadi primadona dengan banderol harga yang membuat banyak pengunjung geleng-geleng kepala.

Motor-motor yang akrab di jalanan era 1990-an hingga awal 2000-an ini kini dibanderol dengan nominal yang tergolong tinggi. Kompas.com melaporkan, kondisi unit yang ditawarkan sebagian besar masih orisinil dan terawat, atau sudah melalui proses restorasi total.

Honda Daelim Citi 100 Ungu: Sang Primadona Rp 27 Juta

Bintang dari bursa motor bebek kali ini adalah Honda Daelim Citi 100. Motor rakitan Korea Selatan yang basisnya mirip Honda Astrea ini tampil mencolok dengan balutan warna ungu. Harganya? Tembus Rp 27 juta.

Nominal tersebut setara dengan harga skutik matik entry-level hingga kelas menengah yang masih terpajang di diler. Ini membuktikan bahwa motor bebek lawas kini bukan lagi sekadar kendaraan komuter murah, melainkan aset hobi yang bernilai investasi.

Deretan Motor Bebek Klasik dengan Harga Fantastis

Selain Daelim Citi 100, beberapa motor bebek lain juga dibanderol tinggi. Sebuah Honda Supra V merah diklaim sebagai unit tangan pertama dengan surat lengkap, ditawarkan di angka belasan juta rupiah.

Di sisi lain, satu unit Astrea Star hitam dijual Rp 7 jutaan. Sementara Astrea Legenda yang menjalani full restorasi rapi dari ujung depan hingga belakang, dengan surat lengkap, dipatok hingga Rp 13 juta.

Dari Kawasaki Kaze hingga Honda Pitung: Koleksi Lengkap

Bursa motor bebek di BBQ Ride juga dimeriahkan oleh berbagai model legendaris lainnya. Mulai dari Kawasaki Kaze yang sempat berjaya di masanya, jajaran Honda Astrea (Prima, Star, Legenda), Honda Kirana silver yang kini langka, hingga sang sesepuh Honda C70 alias Honda Pitung yang tampil necis.

Fenomena ini menegaskan bahwa pasar motor bebek lawas telah bergeser. Nilai jualnya tidak lagi ditentukan oleh fungsi sebagai alat transportasi, melainkan oleh kelangkaan, kondisi orisinilitas, dan nilai nostalgianya.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: otomotif.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top