PEMATANGSIANTAR — Kepala Pelaksana BPBD Kota Pematangsiantar, Dedi Idris Harahap, menyampaikan imbauan itu pada Jumat (12/6/2026). Prospek Cuaca Mingguan BMKG memprediksi intensitas hujan yang berpotensi memicu sejumlah bencana hidrometeorologi di wilayah kota.
Menurut Dedi, cuaca ekstrem dalam beberapa bulan terakhir telah menyebabkan beberapa kejadian bencana di Pematangsiantar. Mulai dari banjir, genangan air, pohon tumbang, hingga kerusakan rumah warga akibat angin kencang.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kota Pematangsiantar agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar Dedi.
Ia menambahkan, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Daerah rawan longsor juga menjadi perhatian khusus dalam imbauan ini.
BPBD meminta warga bersama-sama membersihkan saluran air, parit, dan drainase di lingkungan masing-masing. Tujuannya agar aliran air tetap lancar saat hujan deras mengguyur.
Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, papan reklame, maupun bangunan yang kondisinya tidak kokoh saat hujan deras disertai angin kencang. “Kurangi aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan lebat, petir, dan angin kencang,” tegas Dedi.
Ia mengingatkan agar masyarakat selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi yang dikeluarkan BMKG maupun BPBD.
BPBD Kota Pematangsiantar membuka layanan pengaduan dan pelaporan kejadian kebencanaan. Masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD di nomor 0822-6217-3370 apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
“Mari tingkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan bersama. Dengan kepedulian terhadap lingkungan dan informasi cuaca, kita dapat mengurangi risiko serta dampak bencana akibat cuaca ekstrem,” pungkas Dedi.