SERDANG BEDAGAI — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sumatera Utara membuat lima menara transmisi pada jalur SUTET 275 kV antara Gardu Induk Simangkuk dan Gardu Induk Galang rusak. Akibatnya, pasokan daya listrik ke Kota Medan dan sekitarnya terganggu.
PLN pun bergerak cepat. General Manager PLN UIP3B Sumatera, Amiruddin, menyatakan pihaknya langsung membangun tower emergency satu sirkuit agar jalur vital itu bisa kembali beroperasi.
Jalur transmisi ini bukan sembarang infrastruktur. Amiruddin menjelaskan, SUTET 275 kV tersebut menjadi salah satu tulang punggung pasokan daya listrik bagi ibu kota provinsi dan wilayah sekitarnya. Tanpa jalur ini, risiko pemadaman di Medan dan daerah penyangga meningkat signifikan.
"Kami melakukan pemulihan terhadap jalur transmisi 275 kV yang menghubungkan Gardu Induk Simangkuk dan Gardu Induk Galang," ujar Amiruddin di Serdang Bedagai, Selasa.
PLN mengklaim pembangunan tower darurat tidak menghadapi kendala geografis yang berarti. Meski begitu, koordinasi dengan pihak terkait tetap dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan.
Targetnya jelas: pembangunan tower darurat harus selesai paling lambat Kamis (11/6). Tim teknis lintas unit dikerahkan untuk mempercepat proses ini.
"Untuk itu, kami melakukan pemulihan dengan membangun tower emergency satu sirkuit agar jalur Sutet 275 kV dapat kembali beroperasi," kata Amiruddin.
PLN mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan selama cuaca ekstrem masih berlangsung. Pelanggan dapat memantau perkembangan kondisi kelistrikan dan melaporkan potensi gangguan melalui aplikasi PLN Mobile.
Pemulihan ini menjadi prioritas mengingat ketergantungan tinggi kawasan Medan terhadap pasokan listrik dari jalur transmisi tersebut. Setelah tower darurat beroperasi, distribusi daya diharapkan kembali normal dan aktivitas warga serta industri tidak lagi terganggu.