SUMATERA UTARA — Dalam waktu kurang dari enam bulan, BULOG berhasil menyerap 3.008.626 ton setara beras dari petani di seluruh Indonesia. Angka ini menjadi tonggak baru dalam sejarah pengadaan pangan nasional, mengingat target tahunan yang selama ini sulit tercapai dalam waktu singkat.
Pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram sebagai jaring pengaman harga gabah petani. Kebijakan ini dinilai efektif memberikan kepastian pasar dan mendorong petani untuk menjual hasil panennya ke BULOG.
Perum BULOG Kantor Wilayah Kalimantan Selatan turut menyumbang serapan sebesar 8.168 ton setara beras hingga awal Juni 2026. Pemimpin Wilayah BULOG Kanwil Kalsel, Muh. Akbar Said, menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil kerja keras bersama.
“Realisasi serapan sebesar 8.168 ton setara beras di wilayah kerja Kanwil Kalsel menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujar Akbar Said.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, serta seluruh insan BULOG yang bekerja maksimal selama musim panen.
Dengan tambahan serapan tersebut, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG kini mencapai lebih dari 5 juta ton — level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional. Stok sebesar ini menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjalankan program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan masyarakat, serta mitigasi bencana dan gejolak pasar.
BULOG optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada 2026 dapat tercapai sebelum akhir tahun, mengingat musim panen masih berlangsung di sejumlah sentra produksi padi nasional.
“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutup Akbar Said.