MEDAN — Lonjakan penggunaan kendaraan listrik di ibu kota Sumatera Utara pada 2026 mendorong penyebaran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ke berbagai titik strategis. Berdasarkan data dari laman petaspklu.id, total terdapat 20 lokasi pengisian daya yang resmi beroperasi, dikelompokkan dalam empat tipe berdasarkan kecepatan dan kapasitas daya. Infrastruktur ini menjadi urat nadi bagi pengguna mobil listrik yang membutuhkan kepastian pasokan energi saat beraktivitas sehari-hari di Medan.
Penyebaran SPKLU di Medan tidak seragam. Pemerintah kota dan penyedia jasa membaginya dalam empat kelas daya untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna yang berbeda. Tipe standar dengan kapasitas 7 kW hingga 11 kW misalnya, tersebar di dealer resmi seperti Auto 2000 Amplas Medan, Wuling Arista Ring Road, dan Wuling Arista Cemara. Lokasi ini cocok bagi pengguna yang ingin mengisi daya sambil melakukan servis rutin atau beristirahat di hotel seperti LePolonia Sudirman dan LePolonia Hotel & Convention.
Sementara itu, tipe medium dengan output 22 kW hingga 30 kW didominasi oleh kantor PLN dan hotel-hotel ternama. Meski kecepatan pengisiannya lebih tinggi dari tipe standar, kategori ini tetap dirancang untuk pengisian yang tidak tergesa-gesa.
Bagi pengendara yang memiliki waktu terbatas, Medan menyediakan tiga titik fast charging berdaya 50 kW hingga 60 kW. SPKLU CityView Medan di Jalan Komodor Muda Adi Sucipto, PLN HVT Amir Hamzah, dan Mercedes Benz Arista Medan menjadi andalan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan bisnis atau urusan mendesak. Dengan daya 60 kW, baterai kendaraan dapat terisi jauh lebih cepat dibandingkan tipe standar.
Puncak teknologi pengisian daya hadir dalam tipe ultrafast. Tiga lokasi dengan daya tertinggi—SPKLU PLN UID Sumatera Utara (180 kW), PLN Cambridge City Square (100 kW), dan BYD Arista Cemara (120 kW)—menawarkan waktu pengisian paling singkat. Lokasi ini menjadi primadona bagi pemilik mobil listrik modern yang mendukung input daya besar, meminimalkan waktu tunggu hingga hitungan menit.
Ketersediaan SPKLU bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan syarat mutlak bagi adopsi kendaraan listrik secara massal. Tanpa jaminan titik pengisian yang merata, kekhawatiran akan kehabisan daya di tengah perjalanan—dikenal sebagai range anxiety—akan menghambat transisi dari kendaraan konvensional. Medan, sebagai pusat ekonomi dan transportasi di Sumatera Utara, menjadi barometer kesiapan infrastruktur hijau di wilayah tersebut. Dengan 20 titik yang tersebar dari pusat perbelanjaan hingga kawasan perkantoran, pengguna kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mengisi daya tanpa harus menyimpang jauh dari rute perjalanan.
Apakah semua SPKLU di Medan bisa digunakan oleh semua merek mobil listrik?
Tidak semua. Beberapa lokasi seperti Auto 2000 Amplas Medan khusus untuk pengguna Toyota dan Lexus. Namun, sebagian besar SPKLU umum seperti milik PLN dan pengelola kawasan komersial dapat diakses oleh semua merek kendaraan listrik dengan colokan yang sesuai.
Berapa lama waktu pengisian baterai di tiap tipe SPKLU?
Waktu pengisian bervariasi tergantung daya dan kapasitas baterai kendaraan. Tipe standar (7-11 kW) membutuhkan waktu beberapa jam, tipe medium (22-30 kW) sedikit lebih cepat, sementara fast charging (50-60 kW) dan ultrafast (100-180 kW) mampu mengisi daya hingga 80 persen dalam waktu kurang dari satu jam.