SUMATERA UTARA — Insiden ini mengungkap kerentanan sistem kelistrikan Sumatra yang saling terinterkoneksi. Gangguan yang terjadi di Jambi, yang berjarak ratusan kilometer, mampu melumpuhkan aktivitas warga di provinsi lain selama berjam-jam. Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatra Utara, Darma Saputra, menyatakan penyebabnya adalah cuaca buruk yang mengganggu transmisi Muara Bungo - Sungai Rumbai.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya ketergantungan pasokan listrik antarwilayah di Pulau Sumatra melalui jaringan transmisi tegangan tinggi. Jaringan 275 kV yang terganggu merupakan tulang punggung sistem kelistrikan di bagian tengah dan utara Sumatra. Ketika satu titik kritis di Jambi mengalami gangguan, efeknya langsung terasa hingga ke Sumatra Utara, menunjukkan minimnya redundansi atau jalur cadangan di beberapa titik rawan.
“Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui terdapat gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo yang disebabkan oleh cuaca buruk,” kata Darma Saputra dalam keterangan resmi, Sabtu (24/5). Tim teknis langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengidentifikasi dan memperbaiki titik gangguan.
PLN memastikan proses normalisasi berlangsung secara bertahap, dimulai dari sisi pembangkit. Prioritas diberikan pada pemulihan sistem utama sebelum aliran listrik kembali ke rumah-rumah warga. Dampak sosial dari pemadaman ini terasa tidak merata: di Medan, pasokan listrik sebagian besar kembali normal pada pukul 04.00 WIB, sementara di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, warga harus menunggu hingga pukul 08.00 WIB.
“Saat ini, gangguan pada jaringan transmisi tersebut telah berhasil diatasi dan proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap, khususnya pada sisi pembangkit agar pasokan listrik ke wilayah terdampak dapat kembali normal,” jelas Darma. PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memantau perkembangan melalui aplikasi PLN Mobile.
Pertanyaan mendasar yang muncul adalah seberapa siap infrastruktur kelistrikan nasional menghadapi fenomena cuaca ekstrem yang kian sering terjadi. Gangguan transmisi akibat petir, angin kencang, atau pohon tumbang bukanlah hal baru. Namun, dampak berantai yang melumpuhkan provinsi tetangga menunjukkan perlunya investasi pada sistem proteksi dan jaringan distribusi yang lebih tahan terhadap kondisi alam.
PLN, melalui pernyataan resminya, hanya menyampaikan permohonan maaf dan memastikan proses pemulihan berjalan aman. Belum ada penjelasan detail mengenai durasi pemadaman total atau langkah teknis jangka panjang untuk mencegah terulangnya insiden serupa di titik rawan lainnya di Sumatra.
Apa yang dimaksud dengan gangguan transmisi listrik?
Gangguan transmisi adalah kerusakan atau hambatan pada jaringan kabel tegangan tinggi (biasanya di atas 150 kV) yang berfungsi menyalurkan listrik dari pusat pembangkit ke gardu induk. Jika jaringan ini putus atau mengalami korsleting, pasokan listrik ke kota-kota besar bisa terhenti total.
Apakah pemadaman akibat cuaca buruk bisa dihindari?
Tidak sepenuhnya, karena faktor alam seperti petir dan angin kencang sulit diprediksi secara presisi. Namun, risikonya bisa diminimalkan dengan pemeliharaan rutin, pemangkasan pohon di sekitar jaringan, serta pembangunan jalur transmisi cadangan (redundansi) sehingga jika satu jalur terganggu, jalur lain bisa mengambil alih beban.