MEDAN — Bobby Nasution mengaku geram dengan praktik sejumlah OPD yang mengajukan proyek secara mendadak tanpa dokumen perencanaan yang matang. Menurutnya, proyek-proyek itu kerap datang bersamaan dengan ucapan selamat atas kemenangannya di Pilgub Sumut 2024.
"Ada yang datang ngucapin selamat, habis itu minta tanda tangan. Saya bilang, ini proyek apa? Kok tiba-tiba sudah ada di meja saya," kata Bobby di Kantor Gubernur Sumut, Kamis.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian Bobby adalah pembangunan fisik gedung di Sumatera Utara dengan anggaran mencapai Rp484 miliar. Ia menyebut proyek tersebut tidak pernah dipresentasikan secara detail, baik soal konsep pembangunan maupun rincian anggarannya.
"Gedungnya enggak pernah dipaparkan, enggak pernah diekspos, tiba-tiba minta diteken. Nilainya sampai ratusan miliar. Saya tolak," ujarnya.
Gubernur menegaskan tidak akan meneken proyek yang prosesnya tidak jelas. Ia meminta setiap program pembangunan harus melalui tahapan perencanaan, evaluasi, dan paparan terbuka terlebih dahulu. Semua pengajuan, kata dia, akan diperiksa lebih ketat untuk mencegah pemborosan dan permainan anggaran.
"Saya nggak mau tanda tangan kalau prosesnya enggak jelas. Semua harus transparan, dan masuk akal," tegas Bobby.
Pernyataan ini menjadi peringatan bagi seluruh OPD di lingkungan Pemprov Sumut agar tidak lagi mengajukan proyek janggal atau mengandalkan kedekatan politik demi mendapatkan persetujuan anggaran.
Bobby menekankan bahwa setiap program pembangunan harus benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat, bukan sekadar menghabiskan anggaran daerah. Ia berkomitmen akan lebih selektif dalam menyetujui proyek-proyek yang diajukan ke depannya.
"Setiap program pembangunan harus benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat, bukan sekadar menghabiskan anggaran daerah," papar Bobby.