ASAHAN — Pemerintah Kabupaten Asahan memberikan sinyal dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Kantor Bakamla TBA yang akan berlokasi di pesisir timur Sumatera Utara. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Wakil Bupati Asahan Rianto dengan delegasi Bakamla RI di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026).
Kantor yang direncanakan berdiri di Desa Silo Baru ini tidak sekadar gedung administrasi. Menurut Penata Kelola Bangunan Gedung dan Kawasan Pemukiman Ahli Madya Bakamla RI, Dwi Budi Rustanto, fasilitas ini akan dioperasikan sebagai pos pemantauan keamanan perairan di wilayah Tanjung Balai Asahan.
“Kami memohon dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Asahan agar pembangunan Kantor Bakamla di Desa Silo Baru ini dapat berjalan lancar sesuai rencana,” ujar Dwi Budi Rustanto dalam pertemuan tersebut.
Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Dwi Budi Rustanto ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan Bakamla RI. Tim melakukan survei dan koordinasi awal dengan jajaran Pemkab Asahan untuk memastikan kesiapan lahan serta dukungan infrastruktur dasar.
Rianto didampingi oleh sejumlah pejabat daerah dalam pertemuan itu, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Perikanan, Plt. Kepala Dinas Kominfo, serta Sekretaris Dinas PU dan PR Kabupaten Asahan. Kehadiran lintas dinas ini menandakan proyek tersebut membutuhkan kolaborasi multi-sektor.
Keberadaan pos Bakamla di Silo Baru diharapkan memperkuat pengawasan terhadap aktivitas ilegal di perairan Tanjung Balai, seperti penangkapan ikan ilegal dan penyelundupan. Wilayah ini merupakan salah satu jalur pelayaran dan perikanan yang cukup padat di pesisir timur Sumatera.
Bagi masyarakat pesisir, hadirnya pos pengamanan ini juga dapat meningkatkan rasa aman bagi nelayan yang melaut. Pemkab Asahan menilai proyek ini sejalan dengan upaya daerah dalam menjaga kedaulatan maritim dan menertibkan aktivitas di laut.
Pertemuan tersebut menjadi sinyal positif bahwa proses pembangunan akan segera memasuki tahap teknis. Setelah koordinasi awal ini, langkah berikutnya adalah penyiapan dokumen perizinan dan kesiapan lahan di Desa Silo Baru.
Belum diumumkan secara rinci mengenai nilai investasi dan target waktu penyelesaian pembangunan. Namun, dengan adanya dukungan penuh dari Pemkab Asahan, proyek strategis nasional ini diharapkan dapat terealisasi tanpa hambatan berarti.