Bakamla RI Bangun Kantor Pemantauan Keamanan Perairan di Silo Baru Asahan, Wakil Bupati Minta Dukungan Penuh

Penulis: Mukhtar Latif  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 15:23:01 WIB
Wakil Bupati Asahan menerima delegasi Bakamla RI untuk diskusi pembangunan kantor pemantauan perairan di Desa Silo Baru.

ASAHAN — Pemerintah Kabupaten Asahan memberikan sinyal dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Kantor Bakamla TBA yang akan berlokasi di pesisir timur Sumatera Utara. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Wakil Bupati Asahan Rianto dengan delegasi Bakamla RI di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026).

Fungsi Pos Pemantauan di Perairan Tanjung Balai

Kantor yang direncanakan berdiri di Desa Silo Baru ini tidak sekadar gedung administrasi. Menurut Penata Kelola Bangunan Gedung dan Kawasan Pemukiman Ahli Madya Bakamla RI, Dwi Budi Rustanto, fasilitas ini akan dioperasikan sebagai pos pemantauan keamanan perairan di wilayah Tanjung Balai Asahan.

“Kami memohon dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Asahan agar pembangunan Kantor Bakamla di Desa Silo Baru ini dapat berjalan lancar sesuai rencana,” ujar Dwi Budi Rustanto dalam pertemuan tersebut.

Langkah Lanjutan dari Tugas Pimpinan Bakamla

Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Dwi Budi Rustanto ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan Bakamla RI. Tim melakukan survei dan koordinasi awal dengan jajaran Pemkab Asahan untuk memastikan kesiapan lahan serta dukungan infrastruktur dasar.

Rianto didampingi oleh sejumlah pejabat daerah dalam pertemuan itu, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Perikanan, Plt. Kepala Dinas Kominfo, serta Sekretaris Dinas PU dan PR Kabupaten Asahan. Kehadiran lintas dinas ini menandakan proyek tersebut membutuhkan kolaborasi multi-sektor.

Apa Manfaat Kantor Bakamla bagi Nelayan dan Pelayaran?

Keberadaan pos Bakamla di Silo Baru diharapkan memperkuat pengawasan terhadap aktivitas ilegal di perairan Tanjung Balai, seperti penangkapan ikan ilegal dan penyelundupan. Wilayah ini merupakan salah satu jalur pelayaran dan perikanan yang cukup padat di pesisir timur Sumatera.

Bagi masyarakat pesisir, hadirnya pos pengamanan ini juga dapat meningkatkan rasa aman bagi nelayan yang melaut. Pemkab Asahan menilai proyek ini sejalan dengan upaya daerah dalam menjaga kedaulatan maritim dan menertibkan aktivitas di laut.

Tahap Selanjutnya: Persiapan Lahan dan Perizinan

Pertemuan tersebut menjadi sinyal positif bahwa proses pembangunan akan segera memasuki tahap teknis. Setelah koordinasi awal ini, langkah berikutnya adalah penyiapan dokumen perizinan dan kesiapan lahan di Desa Silo Baru.

Belum diumumkan secara rinci mengenai nilai investasi dan target waktu penyelesaian pembangunan. Namun, dengan adanya dukungan penuh dari Pemkab Asahan, proyek strategis nasional ini diharapkan dapat terealisasi tanpa hambatan berarti.

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: kupasonline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top