SUMATERA UTARA — Rumor yang beredar di kalangan supply chain China ini pertama kali diangkat oleh laporan dari media setempat. Sumber yang sama mengklaim Apple memilih pendekatan konservatif untuk produk lipat pertamanya. Putih menjadi warna yang dikonfirmasi hadir, dan satu warna tambahan disebut berada di spektrum warna yang kalem—belum ada kepastian apakah itu silver atau navy blue.
Keputusan ini tidak sepenuhnya mengejutkan. Apple kerap menggunakan warna-warna netral untuk lini produk generasi pertama, terutama jika teknologinya masih baru dan harga jualnya premium. Strateginya sederhana: kurangi risiko dengan tidak membuat pernyataan lewat warna, dan fokus pada fungsionalitas lipat itu sendiri.
Pendekatan ini mirip dengan yang dilakukan Apple saat merilis iPhone generasi pertama yang hanya hadir dalam warna hitam dan aluminium. Baru di generasi berikutnya opsi warna mulai diperluas. Jika pola ini berlanjut, penggemar warna-warna cerah seperti Product RED atau biru elektrik mungkin harus menunggu hingga iPhone lipat generasi kedua atau ketiga.
Untuk pasar Indonesia, kabar ini berarti calon pembeli iPhone lipat tidak akan punya banyak opsi personalisasi lewat warna. Putih dan satu warna kalem lainnya menjadi satu-satunya pilihan. Ini berbeda dengan kompetitor seperti Samsung Galaxy Z Fold series yang kerap menawarkan varian warna lebih variatif, termasuk warna-warna berani seperti phantom black atau burgundy.
Belum ada informasi resmi mengenai harga dan ketersediaan iPhone lipat di Indonesia. Namun, jika mengacu pada harga perangkat lipat kompetitor yang sudah beredar, estimasi harga iPhone Ultra bisa berada di kisaran USD 1.800 hingga USD 2.000 (sekitar Rp 29,7 juta hingga Rp 33 juta). Angka ini belum termasuk pajak dan biaya distribusi yang biasanya membuat harga di Indonesia lebih tinggi.
Laporan tersebut juga menyebut perangkat ini kemungkinan besar akan dirilis dengan nama iPhone Ultra. Nama ini sebelumnya sudah digunakan Apple untuk lini jam tangan premiumnya, Apple Watch Ultra. Penggunaan nama yang sama bisa jadi sinyal bahwa perangkat ini diposisikan sebagai produk paling canggih dan termahal di jajaran iPhone—bukan sekadar varian baru.
Jika benar, maka iPhone Ultra akan berada di posisi yang berbeda dari iPhone Pro Max. Ia akan menjadi perangkat eksperimental yang membawa teknologi layar lipat pertama Apple, dengan segala risiko dan kelebihannya. Warna yang kalem bisa jadi bagian dari strategi untuk membuat perangkat ini terlihat lebih "serius" dan "profesional"—bukan mainan.
Semua informasi ini masih sebatas rumor dari supply chain dan belum ada konfirmasi dari Apple. Jadwal peluncuran iPhone lipat pun belum jelas, dengan spekulasi berkisar antara akhir 2026 hingga awal 2027. Bagi pengguna yang sudah tidak sabar, pilihan warna yang kalem mungkin bukan masalah besar. Namun bagi yang menginginkan ekspresi lewat warna, mungkin perlu mempertimbangkan opsi lain atau bersabar menunggu generasi berikutnya.