Jembatan Aramco 6 Meter Rampung, Desa Kecupak dan Sibagindar di Pakpak Bharat Kini Terhubung

Penulis: Mukhtar Latif  •  Senin, 11 Mei 2026 | 19:50:06 WIB
Jembatan Aramco sepanjang 6 meter resmi menghubungkan Desa Kecupak dan Sibagindar di Pakpak Bharat.

PAKPAK BHARAT — Warga Desa Kecupak, Kecamatan PGGS, dan Desa Sibagindar, Kecamatan Pagindar, tak lagi harus memutar jauh untuk saling mengunjungi. Jembatan Aramco yang membentang di atas Lae Tembuk Daling telah selesai dibangun dan mulai difungsikan, Senin (11/5/2026).

Proyek ini digarap oleh personel Kodim 0206/Dairi bersama Yon TP 906/SL. Pembangunan berlangsung sejak 6 April 2026 dan rampung 100 persen dalam waktu sekitar satu bulan.

Dibangun Atas Gagasan Presiden Prabowo

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari inisiatif Presiden Prabowo untuk memperbaiki akses transportasi di wilayah pedalaman Sumatera Utara. Selama ini, warga dua desa harus menempuh jalur memutar yang lebih panjang dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P. mengatakan, rampungnya jembatan ini menjadi bukti kepedulian TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di sektor infrastruktur penghubung antarwilayah.

Proses Pengerjaan: dari Pembersihan Lokasi hingga Pengecatan

Pengerjaan dimulai dengan pembersihan lokasi dan penyiapan material. Tahap selanjutnya adalah pemasangan struktur plat baja Armco, pengerjaan pondasi, perataan badan jalan, hingga finishing.

Pada tahap akhir, personel gabungan melakukan pengecatan dan penyempurnaan bagian jembatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi jembatan benar-benar aman saat digunakan masyarakat.

Manfaat: Mobilitas Warga dan Distribusi Barang Lebih Lancar

Dengan beroperasinya Jembatan Aramco, warga Desa Kecupak dan Desa Sibagindar kini memiliki akses langsung tanpa hambatan. Aktivitas harian seperti ke pasar, sekolah, atau fasilitas kesehatan diharapkan lebih efisien.

Kehadiran jembatan ini juga membuka peluang distribusi hasil pertanian dan barang kebutuhan pokok antar dua desa. Sebelumnya, akses terbatas kerap menjadi kendala utama bagi perekonomian warga di kawasan tersebut.

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: tobasatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top