MEDAN — USU terus menggenjot pamor di kancah internasional. Hingga tahun 2026, 28 program studi telah memperoleh akreditasi dari lembaga dunia, sementara 87 prodi lainnya menyandang status akreditasi Unggul dari BAN-PT.
Rektor USU Muryanto Amin mengatakan, pihaknya telah membuka International Undergraduate Program (IUP) untuk sembilan program studi unggulan. Prodi tersebut antara lain Ilmu Hukum, Teknik Industri, Manajemen, Akuntansi, dan Ilmu Komputer.
"Program ini dirancang dengan standar internasional, menggunakan pembelajaran bilingual, serta membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti short course dan student exchange bersama berbagai kampus dan industri mitra luar negeri," kata Muryanto di Medan, Senin.
Di tengah gengsi internasional, USU memastikan akses pendidikan tetap inklusif. Hingga April 2026, sebanyak 6.699 mahasiswa menerima beasiswa dari berbagai skema pendanaan.
Jumlah penerima terbesar berasal dari program KIP Kuliah, yaitu 5.313 mahasiswa. Disusul Beasiswa Prestasi USU untuk 758 mahasiswa dan Beasiswa BBM USU bagi 304 mahasiswa.
Muryanto menegaskan, "Pendidikan harus inklusif dan tidak boleh ada yang tidak bisa kuliah karena tidak mampu membayar."
USU juga konsisten membina calon dosen melalui Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Dalam lima tahun terakhir, 36 mahasiswa USU mengikuti program ini di bawah bimbingan profesor universitas.
Hasilnya, 17 peserta telah berhasil menyelesaikan pendidikan doktor dan menerima ijazah S3. Program ini terbuka bagi lulusan sarjana terbaik yang ingin menempuh jalur magister dan doktor secara cepat.
Pada bidang riset, USU berpartisipasi dalam Program Degree by Research (DbR) bersama BRIN. Pada 2026, dua mahasiswa Program Doktor USU mengikuti skema tersebut, masing-masing dari prodi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan serta Ilmu Pertanian.