Rasa haru menyelimuti Ibu Atik saat rumahnya di Pematangsiantar resmi dialiri listrik melalui program Light Up The Dream (LUTD) milik PLN, Minggu (10/5/2026). Sambungan listrik gratis ini menjadi titik balik bagi keluarganya yang selama ini hidup dalam kegelapan.
Bagi Ibu Atik, terang yang kini hadir di setiap sudut rumahnya bukan sekadar penerangan. Lebih dari itu, akses listrik membuka harapan baru untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih banyak kepada PLN. Sekarang rumah kami sudah terang, tidak lagi gelap saat malam hari. Bantuan ini sangat besar artinya bagi kehidupan kami sekeluarga,” ujar Ibu Atik dengan suara bergetar haru.
Program LUTD merupakan inisiatif sosial berkelanjutan yang menyasar warga yang belum memiliki akses listrik layak. Seluruh biaya penyambungan berasal dari donasi sukarela para pegawai PLN.
Ketua Komisi D DPRD Provinsi Sumatera Utara, Timbul Jaya Hamonangan Sibarani, menegaskan listrik kini merupakan kebutuhan pokok. “Saat ini listrik bukan lagi sekadar sarana penerangan, melainkan kebutuhan pokok yang mendukung pendidikan, kegiatan ekonomi, hingga kenyamanan kehidupan keluarga,” katanya dalam sambutan.
Tak hanya menyambung listrik, PLN UP3 Pematangsiantar juga menyalurkan paket sembako kepada 10 warga penerima manfaat lainnya. Bantuan ini diharapkan meringankan beban ekonomi masyarakat setempat.
Kegiatan ini dihadiri langsung General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Mundhakir, jajaran manajer PLN UP3 Pematangsiantar, dan Ketua Komisi D DPRD Sumut.
Program LUTD menjadi bukti nyata bahwa perusahaan pelat merah tak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga hadir untuk masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi langkah PLN yang turun langsung ke tengah masyarakat untuk membantu, khususnya warga yang membutuhkan akses listrik,” ujar Timbul.