MEDAN — Keputusan manajemen PSG untuk memberangkatkan ratusan karyawan tersebut mencakup seluruh biaya transportasi dan akomodasi selama di Hungaria. Langkah ini diambil setelah klub memastikan diri lolos ke partai puncak untuk menghadapi wakil Inggris, Arsenal.
Langkah manajemen ini diperkuat dengan aksi solidaritas dari para pemain asuhan Luis Enrique. Skuad utama PSG secara resmi telah sepakat untuk membagikan sebagian bonus yang mereka terima musim ini kepada seluruh staf di lingkungan klub.
Keputusan kolektif para pemain tersebut dianggap sebagai kejadian langka dalam ekosistem sepak bola Prancis. Hal ini mencerminkan keharmonisan hubungan antara pemain bintang dengan para pekerja di balik layar yang mendukung operasional tim sehari-hari.
Nasser Al Khelaifi menekankan bahwa semangat kolektivitas merupakan fondasi utama kesuksesan tim asal Paris tersebut. Dalam memo internal yang dikirimkan kepada staf, ia menyatakan bahwa setiap departemen memiliki peran vital dalam perjalanan klub menaklukkan kompetisi Eropa.
“Pertandingan-pertandingan besar di Liga Champions selalu dibangun di atas semangat tim. Tim akan membawa energi, dedikasi, dan semangat seluruh keluarga PSG ke Budapest,” tulis Al Khelaifi dalam pesan resminya.
Kebijakan memberangkatkan karyawan ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh pengusaha asal Qatar tersebut. Pada musim lalu, ratusan staf juga diterbangkan ke Munchen saat PSG mengunci kemenangan telak 5-0 atas Inter Milan di partai final.
PSG kini berada di ambang sejarah baru setelah berhasil mengamankan gelar treble musim lalu, yakni Liga Champions, Ligue 1, dan Piala Prancis. Pertandingan di Budapest menjadi ujian terakhir bagi tim untuk mempertahankan supremasi mereka di benua biru.
Jika berhasil mengalahkan Arsenal, PSG akan menjadi klub kedua dalam sejarah yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions sejak turnamen mengadopsi format modern. Hingga saat ini, hanya Real Madrid yang tercatat pernah melakukan pencapaian serupa di kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.