Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara resmi membuka Medan Digifest 2026 di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu, sebagai bagian dari rangkaian Pekan QRIS 2026. Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Didit Widiana menegaskan kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperluas adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kalangan UMKM dan masyarakat, seiring pertumbuhan merchant yang mencapai 1,8 juta pengguna hingga triwulan II 2026.
MEDAN — Medan Digifest 2026 resmi digelar di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu, sebagai bagian dari rangkaian Pekan QRIS 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara menargetkan kegiatan ini mampu mempercepat adopsi pembayaran digital, khususnya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), di tengah pertumbuhan ekonomi daerah yang dinamis.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Didit Widiana, menyebut festival ini melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemangku kepentingan, komunitas, perbankan, hingga masyarakat umum. "Kegiatan itu semakin memperluas kebermanfaatan QRIS. QRIS tidak hanya melancarkan sistem pembayaran, tetapi juga membuat transaksi cepat, mudah, murah, aman, dan andal," ujar Didit di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu.
Pertumbuhan Merchant QRIS di Sumut Sentuh 1,8 Juta Pengguna
Didit menjelaskan, penggunaan QRIS di Sumatera Utara terus bertumbuh signifikan dan telah menjangkau berbagai aspek kehidupan masyarakat. Hingga triwulan II 2026, tercatat sekitar 1,8 juta merchant telah menggunakan QRIS atau tumbuh 20 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan adopsi teknologi pembayaran nontunai yang semakin masif di daerah.
"Inovasi itu berdampak bukan hanya pada sektor perdagangan, tetapi juga layanan transportasi, pembayaran pajak, maupun aktivitas sosial masyarakat lainnya," kata Didit. Menurutnya, perluasan ini tidak terlepas dari kolaborasi erat antara regulator, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan perbankan dalam membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif.
Pemkot Medan Dorong Digitalisasi Pasar dan BUMD
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, menyambut baik penyelenggaraan Medan Digifest 2026. Ia menilai festival ini menjadi sarana efektif untuk meningkatkan literasi keuangan digital warga sekaligus mendorong transparansi pengelolaan badan usaha milik daerah (BUMD). "QRIS memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi dengan keuangan digital," ujarnya.
Rico mencontohkan, penggunaan QRIS untuk pembayaran di pasar terus didorong, termasuk pada stan di Pasar Petisah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola BUMD yang transparan dan akuntabel melalui transaksi yang tercatat digital.
Fokus BI Sumut: Percepat Transaksi Digital untuk Pembayaran Pajak
Didit menambahkan, salah satu program prioritas Kantor Perwakilan BI Sumatera Utara adalah mempercepat transaksi daerah dengan pembayaran digital, termasuk untuk pembayaran pajak. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sistem yang lebih efisien dan minim kebocoran.
"Salah satu program prioritas kami adalah mempercepat transaksi daerah dengan pembayaran digital, termasuk untuk pembayaran pajak," katanya. Ia berharap Medan Digifest 2026 dapat menjadi katalis bagi semakin banyaknya masyarakat dan pelaku usaha yang beralih ke sistem pembayaran nontunai yang lebih aman dan andal.