Pemprov Sumut Kebut Perbaikan Infrastruktur Pascabencana, Targetkan Tambah 5.050 Hektare Lahan Pertanian Produktif

Penulis: Ramli Ahmad  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:03:01 WIB
Dinas SDA Sumut menangani 16 kegiatan pascabencana di enam kabupaten terdampak sepanjang 2026.

MEDAN — Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumatera Utara mencatat ada 16 kegiatan pascabencana yang ditangani sepanjang 2026. Dari jumlah tersebut, sembilan kegiatan pembangunan sudah menandatangani kontrak, sementara tujuh lainnya masih dalam proses tender.

Kegiatan tersebut tersebar di enam kabupaten terdampak, yakni Langkat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Batubara, dan Mandailing Natal.

Prioritas Penanganan di Hulu dan Hilir Sungai Aek Sigala-gala

Penanganan di Sungai Aek Sigala-gala, Tapanuli Tengah, menjadi prioritas utama. Di bagian hulu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera membangun Sabo Dam yang berfungsi menahan material sedimen agar tidak terbawa arus ke kawasan hilir.

Sementara itu, di bagian hilir, Dinas SDA Sumut melakukan penguatan tebing di sejumlah titik yang terdampak banjir. Plt Kepala Dinas SDA Sumut, Gibson Panjaitan, menyatakan proses kontrak sudah diteken dan alat berat telah berada di lokasi.

"Minggu ini sudah beroperasi agar perbaikan infrastruktur banjir yang rusak bisa cepat selesai," ujar Gibson dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu (26/08/2026).

Anggaran Rehabilitasi di Tapanuli Tengah Capai Rp 197 Miliar

Untuk kegiatan yang menggunakan anggaran Dana Transfer ke Daerah (TKD), sejumlah proyek besar digarap di Kabupaten Tapanuli Tengah. Perkuatan tebing Sungai Aek Sibuluan menjadi proyek dengan nilai tertinggi, mencapai Rp 50 miliar.

  • Perkuatan tebing Sungai Aek Panjaitan: Rp 25 miliar
  • Rehabilitasi saluran Daerah Irigasi Badiri Lopian: Rp 1,5 miliar
  • Rehabilitasi saluran Daerah Irigasi Mombang Boru: Rp 18 miliar
  • Perkuatan tebing Sungai Aek Badiri: Rp 30 miliar
  • Rehabilitasi tanggul Sungai Aek Sibundong: Rp 30 miliar
  • Perbaikan tanggul Sungai Aek Pintu Bosi: Rp 23 miliar
  • Rehabilitasi tanggul Sungai Aek Siaili Tukka: Rp 20 miliar

Target Lahan Produktif Naik dari 36.000 Menjadi 41.000 Hektare

Selain memulihkan infrastruktur, Dinas SDA Sumut juga memperluas jaringan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan. Saat ini, lahan pertanian produktif di Sumatera Utara baru mencapai sekitar 36.000 hektare dari total potensi 113.000 hektare.

"Tahun ini kami akan menangani 20 daerah irigasi untuk menambah lahan pertanian produktif di Sumut seluas 5.050 hektare," jelas Gibson.

Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung hingga Desember 2026. Dengan begitu, luas lahan pertanian produktif di Sumatera Utara diharapkan meningkat menjadi sekitar 41.000 hektare pada tahun depan.

Gibson menambahkan, percepatan pembangunan infrastruktur SDA ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan Sumatera Utara pascabencana. (OM-012/Rel)

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: orbitdigitaldaily.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top