MEDAN — Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumatera Utara mencatat ada 16 kegiatan pascabencana yang ditangani sepanjang 2026. Dari jumlah tersebut, sembilan kegiatan pembangunan sudah menandatangani kontrak, sementara tujuh lainnya masih dalam proses tender.
Kegiatan tersebut tersebar di enam kabupaten terdampak, yakni Langkat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Batubara, dan Mandailing Natal.
Penanganan di Sungai Aek Sigala-gala, Tapanuli Tengah, menjadi prioritas utama. Di bagian hulu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera membangun Sabo Dam yang berfungsi menahan material sedimen agar tidak terbawa arus ke kawasan hilir.
Sementara itu, di bagian hilir, Dinas SDA Sumut melakukan penguatan tebing di sejumlah titik yang terdampak banjir. Plt Kepala Dinas SDA Sumut, Gibson Panjaitan, menyatakan proses kontrak sudah diteken dan alat berat telah berada di lokasi.
"Minggu ini sudah beroperasi agar perbaikan infrastruktur banjir yang rusak bisa cepat selesai," ujar Gibson dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu (26/08/2026).
Untuk kegiatan yang menggunakan anggaran Dana Transfer ke Daerah (TKD), sejumlah proyek besar digarap di Kabupaten Tapanuli Tengah. Perkuatan tebing Sungai Aek Sibuluan menjadi proyek dengan nilai tertinggi, mencapai Rp 50 miliar.
Selain memulihkan infrastruktur, Dinas SDA Sumut juga memperluas jaringan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan. Saat ini, lahan pertanian produktif di Sumatera Utara baru mencapai sekitar 36.000 hektare dari total potensi 113.000 hektare.
"Tahun ini kami akan menangani 20 daerah irigasi untuk menambah lahan pertanian produktif di Sumut seluas 5.050 hektare," jelas Gibson.
Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung hingga Desember 2026. Dengan begitu, luas lahan pertanian produktif di Sumatera Utara diharapkan meningkat menjadi sekitar 41.000 hektare pada tahun depan.
Gibson menambahkan, percepatan pembangunan infrastruktur SDA ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan Sumatera Utara pascabencana. (OM-012/Rel)